Multifinance

Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam Jelang Lebaran, Tembus Rp74.750 per Kilogram!

Bintang Fatih Wibawa
×

Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam Jelang Lebaran, Tembus Rp74.750 per Kilogram!

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam Jelang Lebaran, Tembus Rp74.750 per Kilogram!

Lonjakan harga sejumlah bahan pokok menjelang Lebaran mulai terasa di berbagai pasar tradisional, terutama di wilayah . Salah satu komoditas yang paling mencuri perhatian adalah yang kini mencatatkan harga tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Strategis Nasional (PIHPS Nasional) hingga Rabu, 4 Maret 2026, cabai rawit merah dibanderol di angka Rp74.750 per kilogram. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, dan menjadi perhatian serius mengingat momentum Ramadan dan yang semakin dekat.

Harga Cabai Rawit Tembus Rp74.750/Kg, Apa Penyebabnya?

Lonjakan harga ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari cuaca hingga rantai distribusi yang kurang lancar. Berikut adalah beberapa penyebab utama di balik melonjaknya rawit menjelang Lebaran.

1. Gangguan Pasokan Akibat Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem di sejumlah daerah penghasil cabai seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur berdampak pada produksi. Hujan terus-menerus dan banjir lokal membuat petani kesulitan memanen hasil pertanian mereka.

2. Masalah Distribusi dan Logistik

Meski produksi berjalan normal, distribusi dari sentra produksi ke pasar konsumen masih menghadapi hambatan. Jalur distribusi yang terganggu, terutama di masa puncak mudik, membuat pasokan tidak stabil.

Baca Juga:  Harga Pangan Stabil dan Pasokan Aman di Pasar Gembrong Sukasari Bogor!

3. Permainan Stok oleh Pedagang

Beberapa pihak menuding adanya praktik permainan stok oleh pedagang besar yang sengaja menahan pasokan untuk menaikkan harga menjelang hari raya.

Perbandingan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Jakarta (4 Maret 2026)

Berikut adalah rincian harga komoditas utama di sejumlah pasar tradisional berdasarkan data PIHPS Nasional per 4 Maret 2026 pukul 08.30 WIB:

Komoditas Harga (Rp/kg)
Cabai rawit merah 74.750
Bawang merah 44.050
Bawang putih 40.400
super I 17.150
Beras medium I 15.900
Beras kualitas II 14.450

Disclaimer: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar dan faktor eksternal lainnya.

Harga Protein Hewani dan Minyak Goreng Juga Naik

Tak hanya komoditas sayuran, harga protein hewani dan minyak goreng juga mengalami peningkatan. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri, di mana masyarakat mulai mempersiapkan lauk-pauk untuk menu hari raya.

Daging sapi segar di pasar tradisional kini dibanderol sekitar Rp130.000 per kilogram, sementara daging ayam potong berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Minyak goreng curah juga naik menjadi Rp18.000 per liter.

Strategi Menghadapi Lonjakan Harga Menjelang Lebaran

Menghadapi kenaikan harga yang terjadi menjelang Lebaran, masyarakat perlu memiliki strategi agar pengeluaran tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas hidangan saat hari raya.

1. Belanja Lebih Awal

Mulai membeli kebutuhan pokok sedini mungkin bisa menjadi langkah jitu menghindari lonjakan harga di akhir pekan menjelang Lebaran. Biasanya, harga akan lebih stabil di awal Ramadan.

2. Pilih Alternatif Bahan yang Lebih Murah

Jika cabai rawit terlalu mahal, pertimbangkan penggunaan cabai merah biasa atau mengurangi takaran bumbu. Begitu juga dengan pilihan daging, bisa menggunakan bagian yang lebih ekonomis namun tetap lezat.

Baca Juga:  Harga Pangan Stabil dan Pasokan Aman di Pasar Gembrong Sukasari Bogor!

3. Manfaatkan Pasar Alternatif

Selain pasar tradisional, belanja di pasar modern, swalayan, atau melalui digital bisa menjadi pilihan. Kadang harga lebih terjangkau dan kualitas barang lebih terjaga.

Peran Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah melalui Kementerian terus memantau perkembangan harga di lapangan. Langkah-langkah seperti operasi pasar dan penyaluran stok beras dari Bulog rutin dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mengelola rantai pasok yang melibatkan banyak pihak. Koordinasi lintas instansi dan keterlibatan swasta sangat penting agar harga tetap terkendali.

Apa yang Harus Diwaspadai ke Depan?

Lonjakan harga menjelang Lebaran memang fenomena tahunan, tapi dampaknya bisa diperparah jika tidak diantisipasi dengan baik. Masyarakat perlu waspada terhadap gejolak harga di pekan terakhir sebelum Idul Fitri.

Selain itu, transparansi data harga yang akurat dan cepat sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa membuat keputusan belanja yang lebih cerdas. Informasi yang terbuka juga membantu pemerintah dalam mengambil langkah antisipatif.

Kesimpulan

rawit hingga Rp74.750 per kilogram menjadi cerminan dari tantangan di sektor pangan menjelang Lebaran. Faktor cuaca, distribusi, hingga permintaan yang meningkat saling berkontribusi pada fluktuasi harga ini.

Namun, dengan strategi belanja yang tepat dan dukungan kebijakan yang responsif, lonjakan harga ini bisa diminimalkan dampaknya. Masyarakat tetap bisa menikmati Lebaran dengan hidangan lezat tanpa harus menguras kantong.