Multifinance

Rupiah Anjlok 13 Poin Tembus Rp16.905 di Sesi Sore Ini!

Bintang Fatih Wibawa
×

Rupiah Anjlok 13 Poin Tembus Rp16.905 di Sesi Sore Ini!

Sebarkan artikel ini
Rupiah Anjlok 13 Poin Tembus Rp16.905 di Sesi Sore Ini!

rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali terkoreksi pada Kamis sore, 5 Maret 2026. Setelah sempat menguat di awal perdagangan, rupiah akhirnya ditutup melemah 13 poin ke level Rp16.905 per USD. Pergerakan ini mencerminkan dinamika yang dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meski demikian, sejumlah sumber data menunjukkan perbedaan angka. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah dari posisi sebelumnya di Rp16.892. Namun, Yahoo Finance mencatat rupiah menguat ke level Rp16.880, naik 26 poin. Sementara kurs referensi Jisdor berada di Rp16.886, naik 25 poin dari hari sebelumnya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah bisa sangat tergantung pada sumber dan waktu pengambilan datanya.

Tensi Geopolitik Picu Pelemahan Rupiah

Sentimen global memainkan peran besar dalam arah pergerakan rupiah. Kamis pagi menjadi hari yang panas di kawasan Timur Tengah. Iran meluncurkan serangkaian rudal ke Israel, memicu ketakutan di pasar keuangan global. Warga sipil di Israel terpaksa berlindung di bunker, sementara dunia menahan napas menanti eskalasi lebih lanjut.

1. Serangan Iran ke Israel

Serangan rudal dari Iran ke Israel terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Ini adalah bagian dari respons atas pembunuhan salah satu tokoh penting Iran dalam serangan Israel beberapa hari sebelumnya. Serangan ini memicu kekhawatiran investor global terhadap risiko geopolitik yang tinggi.

Baca Juga:  Kemenperin Waspadai Ancaman Konflik Timur Tengah, Siapkan Strategi Kuat Lindungi Industri Nasional!

2. Reaksi Militer AS dan NATO

AS dan NATO turut terlibat secara langsung. Sebuah kapal perang Iran tenggelam akibat tindakan kapal selam AS di lepas pantai Sri Lanka. Sedangkan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah Turki berhasil dihancurkan oleh pertahanan udara NATO. Semua ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut.

3. Serangan ke Kapal Tanker

Ledakan di dekat kapal tanker di lepas pantai Kuwait menambah panjang daftar insiden yang mengganggu keamanan jalur pelayaran strategis. Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak terpenting di dunia, kembali menjadi sorotan. Ketidakpastian ini berdampak langsung pada dan mata uang negara-negara eksportir energi.

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Meski rupiah terkoreksi, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri tetap menunjukkan ketahanan. Bank () kembali menegaskan bahwa tidak mengalami pelemahan signifikan, meskipun lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyesuaikan outlook menjadi negatif.

1. Penilaian Fitch Ratings

Fitch Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB, namun mengubah outlook menjadi negatif. Penyesuaian ini lebih mencerminkan ketidakpastian global daripada kondisi domestik. BI menilai bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil dan berada di jalur pertumbuhan yang terkendali.

2. Stabilitas Sistem Keuangan

Sistem perbankan nasional tetap sehat. Likuiditas perbankan mencukupi, rasio permodalan tetap tinggi, dan risiko kredit terjaga. Ditambah dengan yang terus berkembang, stabilitas ini menjadi salah satu pilar utama ketahanan ekonomi.

3. Cadangan Devisa yang Tinggi

Posisi cadangan devisa Indonesia per Januari 2026 mencapai USD154,6 miliar. Angka ini setara dengan lebih dari enam bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. Dengan standar internasional yang menyarankan cadangan minimal tiga bulan impor, posisi ini memberikan buffer yang cukup besar terhadap gejolak eksternal.

Baca Juga:  OJK Waspadai Dana Asing yang Bisa Kabur Akibat Ketegangan AS-Iran!

Proyeksi Pertumbuhan dan Inflasi

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Proyeksi ini didukung oleh sejumlah faktor, termasuk inflasi yang terkendali dan permintaan domestik yang stabil.

1. Target Inflasi 2026

Inflasi di Indonesia diproyeksikan tetap berada dalam target BI, yaitu sekitar 3 persen ±1. Pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas kebijakan moneter untuk menjaga dan stabilitas ekonomi makro.

2. Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan

Pada 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat lebih lanjut. Ini didorong oleh investasi infrastruktur, peningkatan produktivitas sektor riil, serta adaptasi digital di berbagai sektor usaha.

Perkiraan Rupiah Hari Jumat

Melihat dinamika global dan sentimen pasar, analis Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat. Namun, secara keseluruhan, rupiah cenderung kembali melemah.

1. Rentang Pergerakan Rupiah

Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp16.940 per USD. Meski ada potensi penguatan sesaat, tekanan dari luar diperkirakan akan terus mempengaruhi arah mata uang Garuda.

2. Faktor Pendorong Fluktuasi

Beberapa faktor yang akan memengaruhi rupiah antara lain:

  • Perkembangan ketegangan di Timur Tengah
  • Data yang akan dirilis akhir pekan ini
  • Kebijakan moneter global, khususnya dari Federal Reserve

Tabel Perbandingan Data Kurs Rupiah

Berikut adalah ringkasan data kurs rupiah terhadap USD berdasarkan berbagai sumber:

Sumber Data Kurs (Rp per USD) Perubahan (Poin) Perubahan (%)
Bloomberg 16.905 -13 -0,08%
Yahoo Finance 16.880 +26 +0,15%
Jisdor 16.886 +25 +0,15%

Disclaimer: Data kurs bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada sumber dan waktu pengambilan. Perbedaan angka antarsumber adalah hal yang umum terjadi di pasar valuta asing.

Baca Juga:  Rupiah Anjlok Lagi, Sentuh Level Rp16.829 per USD!

Penutup

Pergerakan rupiah pada Kamis siang menunjukkan bahwa meski fundamental ekonomi dalam negeri kuat, tekanan eksternal tetap menjadi tantangan utama. Sentimen global, khususnya dari ketegangan geopolitik, memiliki dampak langsung terhadap arah nilai tukar. Namun, dengan cadangan devisa yang tinggi dan sistem keuangan yang stabil, rupiah tetap memiliki ketahanan jangka pendek meski menghadapi gejolak luar biasa.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.