Ilustrasi. Foto: dok MI.
Setiap tiba Idulfitri, THR selalu jadi momok yang ditunggu-tunggu. Bukan cuma soal nominalnya, tapi juga karena ini adalah pemasukan tambahan yang bisa bikin kantong terasa lebih lega—setidaknya untuk beberapa waktu. Tapi sayangnya, banyak orang akhirnya merasa kecewa karena uang THR yang tadinya besar, habis begitu saja dalam hitungan minggu. Padahal, ini bisa jadi peluang emas untuk memperbaiki kondisi keuangan.
Kalau nggak direncanakan dengan baik, THR bisa jadi uang yang “numpang lewat” aja. Padahal, kalau dikelola dengan tepat, THR bisa jadi modal awal untuk masa depan yang lebih stabil. Nah, biar nggak terbuang sia-sia, ada beberapa cara bijak mengatur THR agar dampaknya bisa dirasakan jauh setelah Lebaran usai.
5 Strategi Bijak Mengatur THR Agar Nggak Cuma Numpang Lewat
Mengatur THR bukan soal membatasi kebahagiaan, tapi lebih ke bagaimana kita bisa merayakan hari raya tanpa harus kehabisan dana di tengah jalan. Dengan strategi yang tepat, THR bisa jadi alat untuk memperkuat keuangan pribadi atau keluarga. Yuk, simak langkah-langkahnya.
1. Sisihkan untuk Kewajiban dan Berbagi (10-15 persen)
Sebelum mulai belanja atau menikmati THR, sisihkan dulu sebagian untuk hal-hal yang memang penting secara agama atau sosial. Misalnya zakat fitrah, sedekah, atau bantuan untuk keluarga yang membutuhkan. Ini bukan cuma kewajiban, tapi juga cara untuk melatih kontrol diri dalam mengelola uang.
- Zakat fitrah: sekitar Rp50 ribu per jiwa
- Sedekah atau bantuan sosial: sesuai kemampuan
- Bantuan keluarga atau kerabat: jika ada beban yang bisa dibantu
Langkah ini juga punya efek psikologis positif. Saat kita mulai dengan memberi, kita jadi lebih sadar nilai dari apa yang kita miliki.
2. Lunasi Utang atau Cicilan (10-20 persen)
Kalau punya utang—entah itu kartu kredit, cicilan paylater, atau pinjaman lainnya—ini saatnya untuk melunasinya. Utang yang terus menumpuk bisa jadi beban finansial yang bikin bulan depan makin berat. Gunakan sebagian THR untuk mengurangi atau bahkan melunasi utang tersebut.
Bayangkan saja, kalau THR dipakai untuk belanja tapi utang masih mengganjal, bulan depan tetap aja harus keluar uang untuk bayar cicilan. Tapi kalau THR dipakai untuk melunasi utang, bulan depan bisa lebih lega.
3. Alokasikan untuk Kebutuhan Lebaran (40-50 persen)
Tentu, Lebaran itu momen yang spesial. Momen untuk mudik, beli baju baru, bagi-bagi angpao, dan menikmati makanan khas. Nah, bagian ini bisa dialokasikan sekitar 40-50 persen dari THR. Tapi ingat, tetap harus ada batasannya.
- Biaya mudik
- Belanja kebutuhan Lebaran (pakaian, makanan, hampers)
- Angpao untuk anak atau kerabat
- Pengeluaran sosial lainnya
Dengan membuat anggaran jelas, kita bisa menikmati Lebaran tanpa khawatir kehabisan dana di tengah jalan.
4. Sisihkan untuk Tabungan dan Dana Darurat (10-20 persen)
Kalau semua kebutuhan utama sudah terpenuhi, sisihkan sebagian THR untuk tabungan atau dana darurat. Ini penting banget, karena kondisi tak terduga bisa terjadi kapan saja. Misalnya ada biaya medis mendadak atau kebutuhan lain yang nggak bisa ditunda.
Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:
Simpan di instrumen yang mudah diakses tapi tetap aman. Tujuannya bukan untuk investasi jangka panjang, tapi untuk antisipasi kebutuhan mendadak.
5. Lengkapi dengan Perlindungan Finansial
Tabungan memang penting, tapi kalau terjadi risiko besar seperti sakit serius atau kecelakaan, tabungan bisa habis dalam sekejap. Nah, di sinilah peran perlindungan finansial jadi penting. Misalnya asuransi kesehatan atau asuransi jiwa syariah.
Perlindungan ini bukan soal takut, tapi lebih ke antisipasi. Karena risiko besar bisa datang kapan saja, dan biayanya bisa sangat tinggi—bahkan sampai puluhan atau ratusan juta rupiah. Dengan adanya perlindungan, kita bisa tenang karena tahu kalau ada yang menopang kalau hal buruk terjadi.
Kenapa Strategi Ini Penting?
THR bukan cuma soal uang yang masuk di awal Lebaran. Ini adalah peluang langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Kalau dikelola dengan tepat, THR bisa jadi alat untuk:
- Melunasi utang yang mengganggu
- Membangun tabungan darurat
- Menjaga kestabilan keuangan setelah Lebaran
- Memberi perlindungan jangka panjang
Kalau hanya digunakan untuk konsumsi sesaat, THR bisa jadi uang yang “numpang lewat” aja. Tapi kalau direncanakan dengan baik, THR bisa jadi awal dari keuangan yang lebih sehat dan tenang.
Disclaimer
Angka persentase dan rekomendasi di atas bersifat umum dan bisa disesuaikan dengan kondisi pribadi atau keluarga. Data seperti zakat fitrah bisa berubah tiap tahun tergantung harga bahan pokok. Strategi ini dimaksudkan sebagai panduan, bukan sebagai saran keuangan resmi. Setiap individu disarankan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












