Multifinance

Kisah Mengharukan Pasangan yang Akhirnya Punya Rumah Sendiri Setelah 14 Tahun Menikah!

Popy Lestary
×

Kisah Mengharukan Pasangan yang Akhirnya Punya Rumah Sendiri Setelah 14 Tahun Menikah!

Sebarkan artikel ini
Kisah Mengharukan Pasangan yang Akhirnya Punya Rumah Sendiri Setelah 14 Tahun Menikah!

Terry Alfrits Wagiu akhirnya bisa mewujudkan impian memiliki rumah pertama setelah menunggu selama 14 tahun menjalani kehidupan rumah tangga. Ia bukanlah orang yang sendirian mengalami hal ini. Banyak pasangan suami istri di yang membutuhkan waktu lama sebelum akhirnya bisa memiliki hunian tetap. Bagi Terry, momen itu datang saat dirinya menjadi salah satu peserta dalam acara Akad Massal dan Serah Terima Kunci 62.710 unit rumah subsidi yang digelar pemerintah.

Acara besar itu berlangsung secara hybrid di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026. Terry sendiri memperoleh rumahnya di Grazia Residence 2 melalui fasilitas Pemilikan Rumah () subsidi yang disediakan oleh (BNI). Pengalaman ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga cerita inspiratif tentang bagaimana program pemerintah dan peran pelat merah bisa membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Simulasi Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp500 Juta Beserta Pilihan Tenor

Perjalanan Panjang Terry Menuju Rumah Impian

1. Menanti Lebih dari Satu Dekade

Terry dan pasangan telah menikah sejak tahun 2012. Selama bertahun-tahun, mereka tinggal di kontrakan dan sempat merasa puas. Namun, semakin lama, keinginan untuk memiliki rumah sendiri semakin kuat. Ia menyadari bahwa memiliki hunian tetap bukan hanya soal status sosial, tetapi juga soal kepastian dan perlindungan untuk masa depan keluarga.

2. Mengetahui Program KPR Subsidi BNI

Langkah pertama yang diambil Terry adalah mencari tahu program pembiayaan perumahan yang tersedia. Ia menemukan bahwa BNI menyediakan KPR subsidi dengan bantuan dari pemerintah. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah agar bisa memiliki rumah tanpa terbebani bunga tinggi.

3. Melengkapi Berkas dan Pengajuan

Setelah memahami syarat dan ketentuan, Terry mulai melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, slip gaji, dan surat keterangan kerja harus disiapkan dengan rapi. Proses pengajuan dilakukan secara daring melalui cabang BNI terdekat atau melalui digital BNI.

4. Verifikasi dan Persetujuan Kredit

Setelah berkas diterima, BNI melakukan verifikasi secara menyeluruh. Ini mencakup pengecekan data , riwayat kredit, hingga kunjungan lapangan untuk memastikan calon nasabah memenuhi kriteria. Proses ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu tergantung kompleksitas kasus.

5. Penandatanganan Akad dan Serah Terima Kunci

Setelah lolos verifikasi, Terry diundang untuk mengikuti akad kredit secara massal. Acara ini menjadi puncak dari perjalanan panjangnya menanti rumah. Dalam kesempatan itu, ia juga berkesempatan berdialog langsung dengan Presiden melalui telekonferensi.

Dampak Kebijakan Perumahan Terhadap Masyarakat

Rumah Bukan Sekadar Aset

Bagi Terry, rumah bukan hanya tempat tinggal. Ia merasa lebih tenang dan memiliki rasa memiliki yang kuat. Bangunan yang ia tempati memiliki fasilitas yang memadai, mulai dari air bersih yang lancar hingga keamanan lingkungan yang terjaga. Malam hari pun terasa aman karena pencahayaan di sekitar perumahan cukup baik.

Baca Juga:  BNI Dorong Pelestarian Mangrove untuk Masa Depan Ekonomi Pesisir yang Berkelanjutan!

Peran BNI dalam Mewujudkan Kepemilikan Rumah

Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa program KPR subsidi bukan hanya soal pemberian pinjaman, tetapi juga soal memberikan harapan. Banyak keluarga seperti Terry yang akhirnya bisa merasakan memiliki rumah setelah bertahun-tahun menunggu. Ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan perumahan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perbandingan Program KPR Subsidi dan KPR Komersial

Kriteria KPR Subsidi KPR Komersial
Suku Bunga Lebih rendah (dibatasi pemerintah) Lebih tinggi (tergantung bank)
DP Minimal 1% – 5% 10% – 30%
Jangka Waktu Hingga 30 tahun Hingga 25 tahun
Target Nasabah Masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah Semua kalangan
Bantuan Pemerintah Ada Tidak ada

Syarat dan Ketentuan KPR Subsidi BNI

1. Warga Negara Indonesia

Calon nasabah harus memiliki KTP dan merupakan WNI aktif.

2. Penghasilan Bulanan

Penghasilan gabungan maksimal Rp10 juta per bulan.

3. Tidak Memiliki Rumah

Nasabah belum memiliki rumah dalam bentuk apa pun.

4. Usia dan Jaminan

Usia maksimal 65 tahun saat pelunasan dan memiliki jaminan berupa sertifikat rumah.

Tips Mengajukan KPR Subsidi dengan Mudah

1. Siapkan Dokumen dengan Rapi

Pastikan semua dokumen seperti KTP, KK, slip gaji, dan surat keterangan kerja sudah lengkap dan valid.

2. Pilih Lokasi Perumahan yang Tersedia

Program KPR subsidi hanya berlaku untuk perumahan yang telah terdaftar dalam program pemerintah.

3. Konsultasi dengan Bank

Ajukan konsultasi dengan pihak bank untuk memahami proses dan estimasi cicilan.

4. Cek Riwayat Kredit

Pastikan riwayat kredit bersih dan tidak memiliki tunggakan.

Harapan Baru yang Terwujud

Cerita Terry bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang harapan yang akhirnya terwujud. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Subianto atas program yang telah membantunya. Bagi banyak orang, rumah adalah fondasi awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:  Mengapa BNI Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik untuk Bekerja di Asia untuk Ketiga Kalinya?

Program KPR subsidi yang digerakkan oleh BNI dan pemerintah terbukti mampu memberikan dampak nyata. Bukan hanya soal kepemilikan aset, tetapi juga soal memberikan kepastian dan kenyamanan bagi keluarga.

Disclaimer

Informasi mengenai program KPR subsidi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan bank. Data di atas bersifat referensi dan dapat berbeda tergantung lokasi serta kondisi saat pengajuan. Disarankan untuk selalu berkonsultasi langsung dengan pihak bank untuk informasi terkini.

Popy Lestary
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.