Multifinance

PayLater Kini Jadi Pilihan Utama Generasi Muda untuk Mendukung Gaya Hidup, Berikut Alasannya

Bintang Fatih Wibawa
×

PayLater Kini Jadi Pilihan Utama Generasi Muda untuk Mendukung Gaya Hidup, Berikut Alasannya

Sebarkan artikel ini
PayLater Kini Jadi Pilihan Utama Generasi Muda untuk Mendukung Gaya Hidup, Berikut Alasannya

Era digital membuat segalanya terasa ringan di ujung jari, termasuk soal urusan bayar-membayar. Bukan cuma belanja online, sekarang bahkan makan siang atau beli kopi pun bisa ditunda pembayarannya lewat satu tombol kecil bernama paylater.

Nah, fenomena ini ternyata bukan sekadar tren sesaat. Data dari Otoritas Jasa Keuangan () menunjukkan pertumbuhan signifikan pengguna dalam beberapa tahun terakhir, dan mayoritas penggunanya adalah usia produktif. Pertanyaannya sederhana, kenapa anak muda begitu gemar memakai fitur ini dalam kehidupan sehari-hari?

Alasan PayLater Jadi Favorit Anak Muda

Ada beberapa faktor yang membuat layanan ini begitu melekat di keseharian generasi muda. Bukan semata soal gengsi, tapi juga menyangkut pola konsumsi yang sudah bergeser drastis dibanding generasi sebelumnya.

Kemudahan dan Kecepatan Transaksi yang Serba Instan

Generasi muda tumbuh di lingkungan digital yang membiasakan mereka pada kecepatan. Semua harus praktis, minim birokrasi, dan bisa diakses kapan saja.

Fitur paylater menjawab ekspektasi itu dengan sangat tepat. Proses pendaftarannya seringkali hanya butuh KTP, verifikasi wajah, lalu dalam hitungan menit limit kredit langsung aktif dan siap dipakai bertransaksi tanpa harus menunggu saldo mencukupi.

Gaya Hidup dan Tekanan FOMO

Jadi, bukan rahasia lagi kalau punya andil besar membentuk standar anak muda. Tekanan untuk tidak ketinggalan alias () mendorong banyak orang membeli barang atau pengalaman yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan.

Baca Juga:  7 Risiko Paylater yang Perlu Diketahui dan Cara Mencegahnya dari Awal

Paylater hadir sebagai “jembatan” instan menuju keinginan itu. Mulai dari fashion, gadget terbaru, hingga tiket konser yang sold out dalam hitungan menit, semuanya bisa dimiliki sekarang dan dibayar belakangan.

Alternatif Cicilan yang Terasa Fleksibel

Banyak yang menganggap paylater sebagai pengganti kartu kredit versi lebih ringan. Skema cicilan yang ditawarkan memang terlihat ramah di kantong, misalnya bayar dalam 3 bulan atau 6 bulan dengan nominal yang tampak kecil per bulannya.

Nah, di sinilah persepsi “ringan” itu kadang menjebak. Ketika beberapa cicilan menumpuk dari berbagai sekaligus, total tagihan bulanan bisa membengkak jauh melampaui kemampuan bayar.

Risiko yang Sering Diabaikan

Ada anggapan bahwa paylater itu aman karena limitnya kecil. Kenyataannya, limit kecil bukan berarti risiko kecil, justru kemudahan aksesnya yang membuat pengguna sering tidak sadar sudah memiliki tagihan di banyak platform sekaligus.

Berdasarkan informasi dari OJK, riwayat penggunaan paylater kini tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Artinya, keterlambatan bayar atau kredit macet dari paylater bisa memengaruhi skor kredit dan mempersulit pengajuan , kredit kendaraan, atau pinjaman lainnya di masa depan.

Aspek Keuntungan Risiko
Proses Pengajuan Cepat, hanya butuh KTP Terlalu mudah, minim filter kemampuan bayar
Cicilan Nominal per bulan terasa ringan Bunga dan biaya admin bisa menumpuk
Riwayat Kredit Bisa membangun skor kredit jika lancar Tercatat di SLIK OJK jika macet
Dampak Jangka Panjang Melatih disiplin finansial (jika bijak) Bisa menghambat KPR atau kredit besar lainnya

Disclaimer: data risiko berdasarkan ketentuan umum yang berlaku di platform paylater terdaftar dan diawasi OJK per 2025.

Cara Bijak Menggunakan PayLater

Bukan berarti paylater harus dijauhi sepenuhnya. Layanan ini bisa menjadi alat finansial yang berguna selama digunakan dengan strategi yang tepat.

Baca Juga:  Beli ORI029 di Bank BJB, Solusi Investasi Stabil untuk Masa Depan

Berikut langkah realistis agar tidak terjebak lingkaran tagihan:

  1. Tetapkan batas pribadi yang lebih rendah dari limit yang diberikan platform, idealnya maksimal 20 persen dari penghasilan bulanan untuk seluruh cicilan.
  2. Gunakan hanya untuk kebutuhan primer atau pembelian yang memang sudah direncanakan, bukan pembelian impulsif.
  3. Hindari memiliki paylater aktif di banyak platform sekaligus karena ini membuat tracking tagihan jadi sulit.
  4. Bayar tepat waktu atau lebih cepat untuk menghindari bunga keterlambatan dan menjaga skor kredit tetap sehat.
  5. Cek SLIK secara berkala melalui situs resmi OJK untuk memastikan riwayat kredit tetap bersih.

Paylater pada dasarnya adalah utang, sesederhana itu. Kemasan digital yang praktis tidak mengubah esensinya.

Generasi muda punya keunggulan besar, yaitu waktu dan akses informasi yang melimpah untuk belajar mengelola keuangan sejak dini. Manfaatkan paylater sebagai alat, bukan sebagai gaya hidup, dan masa depan finansial yang lebih kokoh bukan sekadar angan.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.