Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Pemerintah kembali memastikan bahwa pengemudi ojek online (ojol) dan kurir berbasis aplikasi berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Idulfitri. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang diterbitkan menjelang perayaan Idulfitri 2026.
Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa pemberian BHR akan disesuaikan dengan kinerja dan pendapatan bersih bulanan para pengemudi selama 12 bulan terakhir. Besaran THR ditetapkan sebesar 20 persen dari rata-rata penghasilan bersih bulanan.
Besaran THR untuk Ojol dan Kurir Aplikasi
Pemberian THR atau BHR bagi pengemudi dan kurir aplikasi tidak serta merta diberikan dalam jumlah tetap. Besaran yang diterima bergantung pada kinerja dan masa kerja selama setahun terakhir. Aturan ini dirancang agar pemberian bonus lebih adil dan sesuai dengan kontribusi masing-masing.
Berdasarkan SE Kemnaker No. M/3/HK.04.00/III/2025, THR akan diberikan secara proporsional. Artinya, semakin lama masa kerja dan semakin tinggi pendapatan bersih bulanan, maka semakin besar juga nilai THR yang diterima.
Cara Menghitung THR Ojol dan Kurir Aplikasi
Perhitungan THR untuk pengemudi ojol dan kurir aplikasi mengacu pada dua faktor utama: rata-rata pendapatan bersih bulanan dan masa kerja. Ada dua skenario utama dalam perhitungan THR, tergantung pada lama masa kerja pengemudi atau kurir.
1. Pengemudi dengan Masa Kerja 12 Bulan atau Lebih
Bagi pengemudi atau kurir yang telah bekerja selama 12 bulan penuh atau lebih, THR dihitung sebagai berikut:
Rumus THR = 20% x Rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan
Contoh:
- Rata-rata pendapatan bersih per bulan: Rp4.000.000
- THR = 20% x Rp4.000.000 = Rp800.000
2. Pengemudi dengan Masa Kerja Kurang dari 12 Bulan
Untuk pengemudi atau kurir yang belum genap bekerja selama 12 bulan, THR dihitung dengan memperhitungkan proporsi masa kerja.
Rumus THR = 20% x Rata-rata pendapatan bersih bulanan x (jumlah bulan bekerja / 12)
Contoh:
- Rata-rata pendapatan bersih per bulan: Rp4.000.000
- Masa kerja: 6 bulan
- THR = 20% x Rp4.000.000 x (6/12) = Rp400.000
Syarat dan Ketentuan THR untuk Ojol dan Kurir
Pemberian THR tidak serta merta diberikan kepada semua pengemudi atau kurir. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar berhak menerima THR sesuai ketentuan.
1. Terdaftar Aktif di Platform Aplikasi
Pengemudi atau kurir harus terdaftar secara aktif di platform aplikasi selama periode tertentu. Masa aktif ini menjadi dasar perhitungan kelayakan penerima THR.
2. Memiliki Rekening Aktif
THR akan disalurkan dalam bentuk uang tunai melalui rekening aktif yang terdaftar di aplikasi. Oleh karena itu, pastikan rekening yang digunakan masih aktif dan dapat digunakan untuk transaksi.
3. Memenuhi Target Kinerja Minimum (Opsional)
Beberapa platform mungkin menetapkan target kinerja minimum untuk memperoleh THR penuh. Namun, hal ini tidak menjadi syarat wajib secara nasional dan tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.
Waktu Pencairan THR
Pencairan THR atau BHR bagi pengemudi dan kurir aplikasi dilakukan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk pekerja formal lainnya.
Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi wajib menyalurkan THR sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Keterlambatan pencairan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan ketenagakerjaan.
Perbandingan THR Berdasarkan Masa Kerja
Berikut tabel perbandingan THR berdasarkan masa kerja dan rata-rata pendapatan bersih bulanan:
| Masa Kerja | Rata-rata Pendapatan Bersih/Bulan | THR yang Diterima |
|---|---|---|
| 12 bulan | Rp4.000.000 | Rp800.000 |
| 9 bulan | Rp4.000.000 | Rp600.000 |
| 6 bulan | Rp4.000.000 | Rp400.000 |
| 3 bulan | Rp4.000.000 | Rp200.000 |
Catatan: Nilai THR dihitung berdasarkan rumus 20% x rata-rata pendapatan x (masa kerja/12).
Tips Memaksimalkan THR Ojol dan Kurir
Mendapatkan THR bukan hanya soal masa kerja. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar THR yang diterima lebih besar.
1. Tingkatkan Frekuensi Kerja
Semakin sering bekerja, semakin besar pula pendapatan bersih bulanan. Ini akan berdampak langsung pada nilai THR yang dihitung berdasarkan rata-rata penghasilan.
2. Jaga Kualitas Pelayanan
Beberapa platform memberikan insentif tambahan bagi pengemudi atau kurir dengan rating tinggi. Ini bisa meningkatkan pendapatan bersih dan berdampak pada THR.
3. Pahami Kebijakan THR Tiap Platform
Setiap aplikasi bisa memiliki kebijakan THR yang sedikit berbeda. Pahami syarat dan ketentuan THR di platform tempat bekerja agar tidak melewatkan kesempatan.
Disclaimer
Besaran THR dan ketentuan terkait bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah atau platform aplikasi. Artikel ini dibuat berdasarkan informasi terkini hingga Mei 2025. Untuk informasi resmi dan terbaru, selalu pantau laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan dan platform aplikasi tempat bekerja.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












