Harga Bitcoin sempat terperosok di bawah USD64 ribu seusai munculnya kabar serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Peristiwa ini memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk pasar kripto yang langsung merasakan dampaknya.
Investor yang semula melirik Bitcoin sebagai alternatif aset aman kini mulai mundur. Dinamika harga Bitcoin justru bergerak terbalik dari emas, yang biasanya dianggap sebagai pelabuhan terakhir di tengah ketidakpastian geopolitik. Sementara emas terus menunjukkan performa positif, Bitcoin malah terpuruk, bahkan sudah turun lebih dari 50 persen dari puncaknya di USD125 ribu pada Oktober 2025.
Dampak Serangan AS-Israel ke Iran terhadap Pasar Kripto
Serangan militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke Iran memicu lonjakan ketegangan di Timur Tengah. Pasar global pun langsung bereaksi, termasuk pasar kripto yang notabene sensitif terhadap isu geopolitik.
1. Reaksi Instan Pasar Kripto
Bitcoin langsung terkena imbasnya. Harga turun tajam dan sempat menyentuh level di bawah USD64 ribu. Sentimen negatif ini menyebar ke seluruh ekosistem kripto, bukan hanya pada Bitcoin, tetapi juga aset kripto besar lainnya seperti Ethereum dan Solana.
2. Perbandingan Kinerja Bitcoin dan Emas Pasca-Konflik
| Aset | Pergerakan Harga | Kondisi Pasar |
|---|---|---|
| Bitcoin | Turun >50% dari puncak Oktober 2025 | Tekanan jual tinggi |
| Emas | Naik seiring permintaan safe-haven | Permintaan meningkat |
3. Risiko Keterlibatan Lebih Luas
Jika Iran membalas serangan, ada potensi lebih banyak negara terlibat. Ini bisa memperpanjang tekanan pada pasar kripto, termasuk Bitcoin, karena investor cenderung menjauh dari aset berisiko tinggi.
Penyebab Penurunan Harga Bitcoin
Penurunan harga Bitcoin bukan hanya karena faktor eksternal seperti konflik geopolitik. Ada beberapa alasan lain yang turut memengaruhi tren negatif ini.
1. Sentimen Investor yang Berubah
Dulu, Bitcoin dianggap sebagai “emas digital” dan aset pelarian saat krisis. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa dalam situasi ketegangan seperti ini, investor lebih memilih emas fisik daripada aset digital.
2. Keterbatasan Likuiditas Akhir Pekan
Pasar kripto cenderung lebih rentan terhadap volatilitas tinggi saat akhir pekan karena likuiditas yang lebih rendah. Ini membuat gerakan harga lebih ekstrem dan tidak stabil.
3. Keterkaitan dengan Saham Teknologi
Bitcoin juga terpengaruh oleh performa saham teknologi AS. Jika investor mulai menjual saham teknologi, biasanya mereka juga menjual aset kripto sebagai bagian dari portofolio risiko tinggi.
Level Support yang Perlu Diwaspadai
Dalam kondisi seperti ini, penting memperhatikan level-level teknis yang bisa menjadi titik balik atau patahan harga.
1. USD60 Ribu sebagai Level Support Kritis
USD60 ribu adalah level di mana harga Bitcoin sebelumnya berhasil memantul usai penurunan besar. Jika level ini tembus, bisa terjadi selling pressure yang lebih besar lagi.
2. Potensi Konsolidasi di Bawah USD64 Ribu
Jika ketegangan di Timur Tengah berlarut, harga Bitcoin bisa terus berada di bawah USD64 ribu dalam beberapa pekan ke depan. Ini akan memicu lebih banyak investor untuk keluar dari posisi.
3. Resistensi di USD70 Ribu
Sebaliknya, jika situasi membaik dan ketenangan kembali, level resistensi di sekitar USD70 ribu bisa menjadi target selanjutnya bagi para pembeli.
Perbandingan Aset Safe Haven: Bitcoin vs Emas
| Parameter | Bitcoin | Emas |
|---|---|---|
| Likuiditas | Tinggi saat weekday | Tinggi sepanjang waktu |
| Stabilitas | Volatil | Relatif stabil |
| Persepsi Investor | Aset risiko tinggi | Aset aman |
| Respons terhadap Krisis | Negatif terkini | Positif |
Apa Kata Investor Sekarang?
Banyak investor mulai mempertanyakan kembali peran Bitcoin sebagai aset safe haven. Sejumlah analis menyebut bahwa Bitcoin lebih cocok dianggap sebagai aset spekulatif jangka pendek, bukan instrumen perlindungan jangka panjang.
Namun, tetap ada investor yang optimis. Mereka melihat koreksi harga sebagai peluang akumulasi. Terutama di kalangan investor jangka panjang yang percaya bahwa Bitcoin akan kembali naik seiring adopsi institusional yang terus berkembang.
Proyeksi Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, harga Bitcoin masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik. Jika tidak ada eskalasi lebih lanjut, harga bisa mulai pulih dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, jika ketegangan semakin memanas, potensi penurunan bisa menyentuh level USD55 ribu.
Disclaimer
Harga aset kripto sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berbeda dengan kondisi pasar aktual. Investasi dalam aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












