Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif di awal pekan. Senin pagi, 23 Februari 2026, IHSG dibuka menguat di level 8.334,543. Dalam hitungan menit pertama perdagangan, indeks langsung melonjak ke zona hijau, mencatatkan penguatan sebesar 77,825 poin atau sekitar 0,94 persen.
Pada pukul 09.20 WIB, IHSG mencapai level tertinggi di angka 8.375,081, meski sempat turun ke titik terendah 8.327,567. Sebanyak 369 saham menguat, 198 saham melemah, dan 156 saham lainnya stagnan. Total transaksi yang tercatat mencapai Rp3,168 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,105 miliar saham. Kapitalisasi pasar saat ini berada di kisaran Rp15.098,688 triliun.
Sentimen Global dan Pergerakan Pasar Asia
Pergerakan IHSG pagi ini tidak lepas dari sentimen pasar global, khususnya dari Amerika Serikat. Pada akhir pekan lalu, indeks saham AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,47 persen, S&P 500 menguat 0,69 persen, dan Nasdaq melonjak 0,90 persen. Penguatan ini dipicu oleh pembatalan tarif darurat yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump oleh Mahkamah Agung AS, yang membantu meredam tekanan pada inflasi dan biaya ekonomi.
Di sisi lain, pasar Asia mengakhiri pekan sebelumnya dengan pelemahan. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,10 persen, Nikkei Jepang melemah 1,12 persen, dan Shanghai Composite juga terkoreksi. Meski begitu, di perdagangan Senin pagi ini, Kospi 225 Korea Selatan dibuka naik 1,26 persen, menunjukkan adanya optimisme awal pekan di kawasan.
Perkiraan IHSG Hari Ini
Melihat kondisi pasar global dan regional, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak menguat. Analis menyebut bahwa sentimen positif dari pasar global menjadi pendorong utama bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan di awal pekan ini.
Namun, tetap perlu kewaspadaan terhadap volatilitas yang bisa terjadi sepanjang hari. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan berita ekonomi global serta arus masuk dan keluarnya modal asing.
3 Faktor Pendorong Penguatan IHSG Hari Ini
-
Sentimen Positif Pasar Global
Penguatan indeks saham di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong IHSG naik di awal pekan. Investor lokal cenderung optimis mengikuti tren global yang positif. -
Pembatalan Tarif Darurat di AS
Pembatalan tarif darurat oleh Mahkamah Agung AS mengurangi tekanan pada inflasi dan biaya ekonomi. Ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi pasar AS, tapi juga pasar global termasuk Indonesia. -
Peningkatan Volume Perdagangan Saham
Volume perdagangan yang tinggi di pagi hari menunjukkan bahwa investor aktif kembali memasuki pasar. Ini menjadi indikator bahwa minat beli sedang meningkat.
5 Emiten yang Mengalami Penguatan Signifikan
- BBCA (Bank Central Asia)
- TLKM (Telekomunikasi Indonesia)
- ASII (Astra International)
- UNVR (Unilever Indonesia)
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
Perbandingan Pergerakan Indeks Saham Asia, Jumat 20 Februari 2026
| Indeks | Negara | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Dow Jones | Amerika Serikat | +0,47% |
| S&P 500 | Amerika Serikat | +0,69% |
| Nasdaq | Amerika Serikat | +0,90% |
| Hang Seng | Hong Kong | -1,10% |
| Nikkei | Jepang | -1,12% |
| Shanghai Comp. | Tiongkok | -0,05% |
| Kospi 225 | Korea Selatan | +1,26% |
Tips Investasi di Awal Pekan
-
Pantau Arus Modal Asing
Arus masuk atau keluarnya modal asing sering kali menjadi indikator sentimen investor global terhadap pasar lokal. Jika terjadi net foreign buy, biasanya akan mendorong IHSG naik. -
Fokus pada Emiten Blue Chip
Emiten besar seperti bank dan telekomunikasi cenderung lebih stabil dan menjadi pilihan utama investor di awal pekan. -
Gunakan Analisis Teknikal
Analisis teknikal bisa membantu mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang tepat, terutama di tengah volatilitas pasar. -
Hindari Keputusan Impulsif
Meski pasar sedang positif, tetap penting untuk tidak terbawa emosi. Evaluasi risiko dan potensi keuntungan sebelum membeli saham. -
Diversifikasi Portofolio
Jangan terlalu fokus pada satu sektor. Sebarkan investasi di berbagai sektor untuk mengurangi risiko.
Data Transaksi IHSG Senin Pagi, 23 Februari 2026
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Poin Penguatan | +77,825 |
| Persentase Penguatan | +0,94% |
| Level Tertinggi | 8.375,081 |
| Level Terendah | 8.327,567 |
| Total Transaksi | Rp3,168 triliun |
| Volume Saham Diperdagangkan | 7,105 miliar saham |
| Kapitalisasi Pasar | Rp15.098,688 triliun |
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar. Nilai indeks, transaksi, dan kapitalisasi pasar merupakan hasil dari data yang tercatat hingga pukul 09.20 WIB. Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Harap selalu melakukan analisis mandiri atau konsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












