Multifinance

Tren Paylater Semakin Populer di Kalangan Generasi Muda, Begini Alasan di Balik Budaya Serba Cepat

Bintang Fatih Wibawa
×

Tren Paylater Semakin Populer di Kalangan Generasi Muda, Begini Alasan di Balik Budaya Serba Cepat

Sebarkan artikel ini
Tren Paylater Semakin Populer di Kalangan Generasi Muda, Begini Alasan di Balik Budaya Serba Cepat

Kemajuan digital membuat kehidupan semakin lekat dengan kemudahan instan, termasuk dalam urusan . Berbagai kebutuhan mulai dari makanan, pakaian, hingga barang elektronik kini bisa dipenuhi hanya lewat gawai, bahkan aktivitas berutang pun ikut bertransformasi menjadi lebih praktis.

Nah, di sinilah fitur paylater mengambil peran besar. Konsep “beli sekarang, bayar nanti” dinilai sangat cocok dengan gaya hidup serba cepat yang dianut banyak anak muda saat ini.

Jadi, tak heran kalau fitur ini menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan harian maupun keinginan jangka pendek. Pertanyaannya, faktor apa saja yang sebenarnya membuat generasi muda begitu gemar menggunakan paylater, dan apakah kebiasaan ini benar-benar menguntungkan?

Alasan Anak Muda Gemar Menggunakan Paylater

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Ada beberapa faktor mendasar yang mendorong tingginya penggunaan paylater di kalangan generasi muda.

Proses Cepat dan Serba Instan

Paylater menawarkan kemudahan pendaftaran yang relatif singkat. Umumnya, pengguna hanya perlu mengunggah KTP dan menunggu proses verifikasi dalam hitungan menit.

Setelah disetujui, layanan ini bisa langsung digunakan tanpa perlu menunggu saldo tersedia di . Kecepatan inilah yang membedakannya dari proses pengajuan kartu konvensional yang membutuhkan waktu berhari-hari.

Dorongan Gaya Hidup dan FOMO

Faktor gaya hidup turut berperan besar dalam popularitas paylater. Banyak anak muda memanfaatkan fitur ini untuk membeli barang fashion, terbaru, hingga tiket konser yang sedang viral.

Nah, fenomena FOMO atau fear of missing out menjadi pemicu utama di balik perilaku konsumtif tersebut. Ketika teman-teman di media sosial memamerkan barang baru atau pengalaman tertentu, tekanan untuk ikut-ikutan menjadi sulit dibendung.

Baca Juga:  Here are some alternate titles: 1. Terjebak Paylater Sampai Gaji Ludes? Kenali Risiko Kredit Macet, Dampak SLIK OJK, dan Cara Keluar dari Jeratan Utang 2. Gaji Numpang Lewat Gara

Minimnya Literasi Keuangan

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi dari OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat memang masih belum merata, terutama di kelompok usia muda. Banyak pengguna paylater yang belum sepenuhnya memahami konsekuensi bunga, denda keterlambatan, serta dampaknya terhadap skor kredit.

Kondisi ini membuat sebagian anak muda memandang paylater sebagai “uang gratis” tanpa memperhitungkan beban pembayaran di kemudian hari. Padahal, gagal bayar paylater bisa tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan memengaruhi riwayat kredit jangka panjang.

Risiko yang Sering Diabaikan

Ada anggapan bahwa paylater aman selama pembayaran dilakukan tepat waktu. Pernyataan ini memang benar secara teknis, tapi kenyataannya banyak pengguna muda yang justru terjebak dalam siklus utang karena tidak disiplin mengatur jadwal pembayaran.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

  • Bunga dan denda yang bisa menumpuk jika telat bayar, bahkan melebihi harga barang yang dibeli
  • Dampak pada skor kredit, yang berpengaruh saat mengajukan atau pinjaman produktif di masa depan
  • Kebiasaan konsumtif yang terbentuk tanpa disadari karena kemudahan akses belanja

Jadi, fitur paylater sejatinya bukan musuh. Yang perlu dikoreksi adalah cara penggunaannya.

Cara Bijak Menggunakan Paylater

Bukan berarti paylater harus dihindari sepenuhnya. Fitur ini tetap bisa menjadi alat keuangan yang berguna jika dikelola dengan tepat.

  1. Gunakan hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan keinginan sesaat yang dipicu tren media sosial
  2. Tetapkan batas penggunaan bulanan agar cicilan tidak melebihi 20 persen dari pendapatan
  3. Bayar tepat waktu atau lebih awal untuk menghindari bunga dan denda
  4. Pantau riwayat transaksi secara rutin agar tetap sadar terhadap total utang yang berjalan
  5. Tingkatkan literasi keuangan melalui sumber terpercaya seperti situs resmi OJK
Baca Juga:  Harga Emas Perhiasan 24 Karat 4 Februari 2026 Stabil di Rp2.440.000 per Gram Hari Ini

Langkah-langkah ini sederhana, tapi dampaknya signifikan dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Paylater adalah produk keuangan yang netral. Manfaat atau mudarat yang dihasilkan sepenuhnya bergantung pada kedewasaan finansial penggunanya.

Generasi muda punya potensi besar untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas, termasuk dalam urusan keuangan. Kuncinya ada pada kesadaran bahwa kemudahan bukan berarti tanpa tanggung jawab.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.