Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Harga emas dunia kembali menguat di tengah gejolak politik dan kebijakan perdagangan global. Lonjakan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan sikap tegas dalam pidato kenegaraannya yang menegaskan pertahanan terhadap tarif yang telah ia terapkan.
Kenaikan ini mencerminkan sentimen investor yang mulai was-was terhadap ketidakpastian ekonomi global. Pasar cenderung mencari aset aman, dan emas menjadi salah satunya.
Mengutip data dari Yahoo Finance, Kamis, 26 Februari 2026, harga emas berjangka naik 0,6 persen menjadi USD5.205,80 per ons. Sementara harga emas spot naik 0,7 persen ke level USD5.180,91 per ons.
Emas sebagai Aset Pelindung
Emas selalu jadi pilihan utama saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Investor cenderung menjauhkan diri dari aset berisiko tinggi dan beralih ke instrumen yang lebih stabil.
Salah satu faktor pendorong utama lonjakan harga emas kali ini adalah kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh pemerintahan Trump. Langkah ini memicu gejolak di pasar global dan membuat banyak investor mencari perlindungan.
1. Kebijakan Tarif Trump yang Kontroversial
Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa tarif yang telah diterapkannya tidak akan diubah. Ia juga mengecam intervensi Mahkamah Agung AS yang menilak tarif global tersebut sebagai ilegal.
Langkah selanjutnya, Trump mengumumkan rencana penerapan tarif baru sebesar 10 persen berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974. Ancaman kenaikan hingga 15 persen juga sempat disampaikan, meski belum diterapkan secara resmi.
2. Pasar Bereaksi dengan Mencari Aset Aman
Ketegangan politik dan kebijakan perdagangan yang memanas membuat investor khawatir. Banyak dari mereka memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.
Permintaan emas meningkat seiring dengan meningkatnya ketidakpastian. Ini adalah pola yang umum terjadi saat situasi global tidak menentu.
3. Dampak pada Harga Emas Global
Lonjakan permintaan langsung berdampak pada harga emas di pasar internasional. Investor besar maupun ritel ikut serta dalam pergerakan ini, mendorong harga naik secara signifikan.
Tidak hanya itu, dolar AS yang melemah juga turut memperkuat kenaikan harga emas, karena emas dihargai dalam mata uang tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas secara global:
Inflasi dan Kebijakan Moneter
Inflasi yang tinggi atau ekspektasi inflasi sering kali mendorong kenaikan harga emas. Investor menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang.
Geopolitik dan Ketidakpastian Global
Konflik politik, kebijakan perdagangan, dan ketegangan antar negara bisa memicu lonjakan permintaan emas. Ini karena emas dianggap sebagai aset yang stabil di tengah gejolak.
Kebijakan Suku Bunga
Saat suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan yield. Sebaliknya, ketika suku bunga naik, emas bisa kehilangan daya tariknya.
Permintaan Fisik
Permintaan emas untuk perhiasan, investasi, dan cadangan bank sentral juga berpengaruh langsung terhadap harga pasar.
Perbandingan Harga Emas Global
Berikut adalah perbandingan harga emas dunia dalam beberapa waktu terakhir:
| Tanggal | Harga Emas Spot (USD/ons) | Harga Emas Berjangka (USD/ons) |
|---|---|---|
| 24 Februari 2026 | 5.140,00 | 5.165,00 |
| 25 Februari 2026 | 5.145,00 | 5.172,00 |
| 26 Februari 2026 | 5.180,91 | 5.205,80 |
Pergerakan harga emas dalam tiga hari terakhir menunjukkan tren kenaikan yang cukup konsisten. Ini menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang condong ke arah waspada.
Tips Investasi Emas di Tengah Volatilitas Global
Bagi yang tertarik memanfaatkan lonjakan harga emas kali ini, berikut beberapa pertimbangan penting:
1. Pahami Tujuan Investasi
Apakah tujuannya jangka pendek atau jangka panjang? Ini akan menentukan jenis produk emas yang dipilih, seperti emas fisik, reksa dana emas, atau kontrak berjangka.
2. Perhatikan Biaya Transaksi
Setiap produk emas memiliki biaya tersendiri, seperti biaya penyimpanan, administrasi, dan spread. Pahami komponen ini agar tidak terkejut di kemudian hari.
3. Diversifikasi Portofolio
Emas bisa menjadi bagian dari portofolio yang sehat, tapi jangan terlalu berlebihan. Tetap sisihkan alokasi untuk aset lain seperti saham atau obligasi.
4. Ikuti Perkembangan Makroekonomi
Kebijakan moneter bank sentral, inflasi, dan isu geopolitik bisa memengaruhi harga emas secara signifikan. Selalu perbarui informasi agar tidak ketinggalan tren.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Investasi emas bukan tanpa risiko. Meski dianggap aman, harga emas tetap bisa turun tergantung kondisi pasar.
Fluktuasi Harga
Harga emas bisa naik dan turun dalam waktu singkat. Investor harus siap mental menghadapi volatilitas ini.
Likuiditas
Tidak semua bentuk emas mudah dicairkan. Emas fisik misalnya, bisa lebih sulit dijual cepat dibandingkan produk keuangan berbasis emas.
Biaya Penyimpanan
Emas fisik memerlukan tempat penyimpanan yang aman, yang bisa berarti biaya tambahan.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, dan faktor makro lainnya. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Investasi emas mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan modal. Sebaiknya konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












