Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif di akhir perdagangan Kamis, 5 Maret 2026. Sepanjang hari, pasar saham Tanah Air berada di zona hijau, menutup pada level 7.710,537. Angka itu naik 133,472 poin atau sekitar 1,76 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan IHSG hari ini terbilang dinamis. Sejak awal sesi perdagangan, indeks langsung menunjukkan sinyal penguatan. Di tengah sesi, momentum positif semakin terasa hingga akhirnya mencatatkan level tertinggi di angka 7.765,613. Meski sempat mengoreksi ke level terendah 7.678,533, IHSG tetap mampu pulih dan menutup menguat.
Volume perdagangan yang terjadi cukup signifikan. Total transaksi mencapai 34,324 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,658 triliun. Mayoritas saham ikut berkontribusi positif, dengan 597 saham menguat, 125 saham melemah, dan 96 saham lainnya stagnan.
Penguatan IHSG Didorong oleh Sentimen Positif di Berbagai Sektor
Pergerakan IHSG yang positif tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung penguatan ini, termasuk performa sektor-sektor unggulan dan sentimen pasar yang cenderung optimis. Berikut penjabaran lebih lengkapnya.
1. Sepuluh Sektor Saham Catat Kenaikan
Dari total 11 sektor yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), 10 di antaranya mengalami kenaikan. Sektor yang paling dominan naik adalah saham cyclical yang melonjak hingga 3,40 persen. Diikuti oleh sektor industrial yang naik 2,80 persen dan infrastruktur yang tumbuh 2,06 persen.
Sementara itu, hanya satu sektor yang mencatatkan pelemahan, yaitu transportasi yang turun tipis sebesar 0,13 persen. Meski demikian, penurunan ini tidak terlalu signifikan dan tidak mengganggu tren keseluruhan pasar.
2. Saham-Saham Penguatan Terbesar
Beberapa emiten besar menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Saham BTPS (Bank Tabungan Pensiunan Nasional), ASII (Astra International), dan AMRT (Sumber Alfaria Trijaya) masuk dalam daftar top gainers. Saham KLBF (Kalbe Farma) dan LSIP (Lippo Supermarket Indonesia) juga mencatatkan kenaikan yang cukup mencolok.
| Kode Saham | Nama Emiten | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| BTPS | Bank Tabungan Pensiunan Nasional | 5,20 |
| ASII | Astra International | 4,75 |
| AMRT | Sumber Alfaria Trijaya | 4,30 |
| KLBF | Kalbe Farma | 3,90 |
| LSIP | Lippo Supermarket Indonesia | 3,75 |
3. Saham yang Melemah di Tengah-Tengah Penguatan
Meski sebagian besar saham menguat, ada juga beberapa emiten yang justru melemah. Di antaranya adalah JSMR (Jasa Marga), EMTK (Elang Mahkota Teknologi), BBNI (Bank Negara Indonesia), BRPT (Barito Putra), dan UNVR (Unilever Indonesia).
| Kode Saham | Nama Emiten | Penurunan (%) |
|---|---|---|
| JSMR | Jasa Marga | -2,10 |
| EMTK | Elang Mahkota Teknologi | -1,95 |
| BBNI | Bank Negara Indonesia | -1,85 |
| BRPT | Barito Putra | -1,70 |
| UNVR | Unilever Indonesia | -1,60 |
Sentimen Regional Asia Turut Menguat
Tak hanya di pasar lokal, bursa saham Asia juga menunjukkan performa positif di sesi sore hari. Hal ini turut memberikan dukungan psikologis bagi investor di Tanah Air.
Indeks Nikkei di Jepang melonjak 1.032,52 poin atau 1,90 persen ke level 55.278,06. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 71,86 poin atau 0,28 persen ke 25.321,34. Di Tiongkok, indeks Shanghai juga menguat 26,10 poin atau 0,64 persen ke 4.108,57.
Sementara itu, indeks Strait Times di Singapura mencatatkan kenaikan 26,0 poin atau 0,54 persen ke level 4.838,75. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar Asia secara umum sedang dalam fase positif.
Faktor yang Mendorong Penguatan IHSG
Penguatan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut mendorongnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Stabilitas Makroekonomi Domestik
Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan stabilitas makroekonomi yang cukup baik. Inflasi terkendali, nilai tukar rupiah stabil, dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten menjadi pendorong utama bagi investor untuk tetap optimis terhadap pasar saham lokal.
2. Optimisme Investor Asing
Investor asing kembali menunjukkan minat terhadap pasar saham Indonesia. Masuknya dana asing ke pasar sekunder menjadi salah satu faktor yang memperkuat IHSG. Hal ini juga terlihat dari volume transaksi yang cukup tinggi sepanjang hari.
3. Kinerja Emiten yang Positif
Beberapa emiten besar melaporkan kinerja keuangan yang baik di kuartal terakhir. Laporan keuangan yang solid memberikan keyakinan lebih bagi investor untuk terus membeli saham-saham tersebut.
Tips untuk Investor Pemula di Tengah Penguatan IHSG
Bagi investor pemula, melihat IHSG yang menguat bisa jadi peluang sekaligus tantangan. Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan pertimbangan:
1. Pahami Fundamental Emiten
Sebelum membeli saham, penting untuk memahami kinerja keuangan emiten tersebut. Lihat dari segi pendapatan, laba bersih, dan prospek bisnis ke depannya.
2. Jangan Terjebak Emosi
Pasar saham bisa sangat emosional. Saat IHSG naik, jangan langsung terbawa semangat beli saham secara sembarangan. Tetap fokus pada strategi investasi yang sudah direncanakan.
3. Diversifikasi Portofolio
Jangan menaruh semua dana di satu jenis saham. Sebarkan risiko dengan membeli saham dari berbagai sektor. Ini akan membantu mengurangi potensi kerugian jika salah satu saham mengalami penurunan.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar. Investor disarankan untuk selalu memperbarui informasi dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












