Multifinance

Harga Emas Perhiasan Anjlok Tajam Menjelang Lebaran 2026, Kini Hanya Rp2.530.000 per Gram!

Popy Lestary
×

Harga Emas Perhiasan Anjlok Tajam Menjelang Lebaran 2026, Kini Hanya Rp2.530.000 per Gram!

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Perhiasan Anjlok Tajam Menjelang Lebaran 2026, Kini Hanya Rp2.530.000 per Gram!

emas kembali jadi sorotan jelang Idul Fitri 2026. Pagi ini, Kamis 19 Maret 2026, harga emas di pasar domestik tercatat mengalami penurunan cukup mencolok. Bagi yang berencana membeli emas sebagai investasi atau kebutuhan perhiasan, perubahan ini tentu perlu diperhatikan dengan cermat.

Pergerakan harga emas memang selalu menarik untuk diikuti. Apalagi menjelang momen besar seperti Lebaran, fluktuasi harga bisa terjadi kapan saja. Investor pun mulai memperhitungkan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual emas.

Harga Emas di Dua Toko Populer

Perbedaan harga emas antar toko memang lumrah terjadi. Namun, pergerakannya bisa memberi gambaran kondisi pasar secara umum. Hari ini, dua toko besar yakni dan Indonesia menunjukkan tren harga yang berbeda.

Raja Emas Indonesia mencatatkan harga emas yang kembali turun. Penurunan ini sudah terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Sementara itu, Lakuemas Indonesia menunjukkan harga yang lebih stabil, meskipun tidak sepenuhnya terhindar dari fluktuasi.

1. Harga Emas di Raja Emas Indonesia

Emas 24 karat di Raja Emas pagi ini dibanderol Rp2.530.000 per gram. Angka ini turun cukup signifikan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.630.000 per gram. Artinya, ada penurunan sekitar Rp100.000 per gram hanya dalam sehari.

Baca Juga:  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Februari 2026: Variasi Harga Ukuran 24 Karat di Penghujung Pekan

Penurunan ini bisa jadi respons terhadap dinamika pasar global maupun lokal. Investor pun mulai waspada, karena tren ini bisa berlanjut ke hari-hari berikutnya menjelang Lebaran.

2. Harga Emas di Lakuemas Indonesia

Di sisi lain, Lakuemas menawarkan harga yang lebih stabil. Emas 24 karat di sini dibanderol sekitar Rp2.550.000 per gram. Meski sempat naik-turun dalam beberapa hari terakhir, pergerakannya tidak sebesar yang terjadi di Raja Emas.

Perbedaan ini bisa menjadi pertimbangan bagi pembeli. Ada yang lebih memilih harga yang stabil, ada juga yang melihat peluang dari fluktuasi harga yang besar.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Harga emas tidak turun naik begitu saja. Ada banyak faktor di baliknya, baik dari dalam maupun luar negeri. Memahami faktor ini bisa membantu dalam mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.

1. Kebijakan Bank Sentral

Kebijakan dan moneter dari bank sentral dunia, termasuk Bank Indonesia, sangat berpengaruh terhadap harga emas. Jika suku bunga naik, emas cenderung kurang menarik karena investor lebih memilih instrumen berbunga tinggi.

2. Stabilitas Ekonomi Global

Ketika situasi global tidak menentu, emas biasanya jadi pilihan aman. Namun, jika ekonomi stabil, harga emas bisa cenderung stagnan atau turun.

3. Permintaan Pasar Lokal

Menjelang Lebaran, permintaan emas di Indonesia biasanya meningkat. Banyak orang membeli emas sebagai hadiah atau simpanan nilai. Lonjakan permintaan ini bisa mendorong harga naik, tapi jika pasokan juga besar, harga bisa justru turun.

4. Fluktuasi Mata Uang Asing

Karena harga emas di pasar internasional diperdagangkan dalam dolar AS, terhadap dolar juga berpengaruh. Jika melemah, harga emas dalam rupiah bisa naik, meski harganya tetap di pasar global.

Baca Juga:  Emas Antam Melonjak Tajam, Kini Tembus Rp3,028 Juta per Gram!

Tips Membeli Emas Jelang Lebaran

Membeli emas menjelang Lebaran memang jadi tradisi yang masih kuat di masyarakat. Tapi, agar tidak terjebak harga yang tidak menguntungkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Pantau Harga Secara Berkala

Jangan hanya membeli emas karena "biasa beli saat Lebaran". Cek harga secara rutin, minimal sehari sekali, agar tahu kapan tren harga sedang turun atau naik.

2. Bandingkan Harga di Beberapa Toko

Setiap toko punya kebijakan harga yang berbeda. Ada yang menawarkan harga lebih murah, tapi juga bisa jadi lebih mahal. Bandingkan beberapa sumber sebelum memutuskan.

3. Pilih Waktu yang Tepat

Kalau bisa, hindari membeli emas saat permintaan sedang tinggi. Biasanya menjelang Lebaran, harga bisa naik karena lonjakan pembeli. Lebih baik beli beberapa hari sebelum atau sesudah momen besar.

4. Pastikan Kualitas Emas

Emas 24 karat punya kemurnian 99,9 persen. Tapi, ada juga emas dengan kadar lebih rendah. Pastikan membeli dari sumber terpercaya dan memeriksa sertifikat atau cap emas.

Perbandingan Harga Emas di Beberapa Toko

Berikut adalah perbandingan harga emas 24 karat di beberapa toko populer di Indonesia per tanggal 19 Maret 2026:

Toko Harga Emas 24K (per gram)
Raja Emas Rp2.530.000
Lakuemas Rp2.550.000
(Resmi) Rp2.540.000
Pegadaian Rp2.560.000

Catatan: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Data di atas hanya berlaku pada tanggal 19 Maret 2026 pukul 09.55 WIB.

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas?

Dengan harga yang sedang turun, banyak investor melihat peluang. Tapi, tidak semua penurunan harga berarti saat yang tepat untuk membeli. Perlu melihat tren jangka panjang dan faktor eksternal yang mungkin memengaruhi harga ke depannya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam 9 Februari 2026 Stabil di Rp2,9 Juta, Waktu Tepat untuk Investasi?

Kalau membeli emas sebagai investasi jangka panjang, fluktuasi jangka pendek mungkin tidak terlalu berpengaruh. Tapi kalau tujuannya untuk dijual kembali dalam waktu dekat, perlu lebih hati-hati.

Kesimpulan

Harga emas perhiasan hari ini memang sedang turun. Tapi, bukan berarti semua orang harus langsung beli. Ada banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli emas, terutama menjelang momen besar seperti Lebaran.

Pantau terus pergerakan harga, bandingkan antar sumber, dan pastikan membeli dari tempat terpercaya. Dengan begitu, baik untuk kebutuhan simpanan nilai maupun investasi, keputusan bisa lebih tepat dan menguntungkan.

Disclaimer: Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Artikel ini hanya sebagai referensi dan bukan sebagai saran investasi.

Popy Lestary
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.