Libur Imlek dua hari tahun ini bukan cuma soal waktu istirahat, tapi juga jadi peluang emas buat dorong aktivitas ekonomi nasional. Kebijakan libur nasional selama perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini dianggap bakal bawa dampak positif ke berbagai sektor, mulai dari transportasi, pariwisata, hingga ritel.
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyebut bahwa libur Imlek ini akan mendorong perputaran uang yang cukup besar. Perayaan Imlek memang identik dengan aktivitas belanja, kuliner, dan perjalanan. Semua itu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah masyarakat.
Dampak Ekonomi Libur Imlek 2026
Libur panjang selama dua hari memberi ruang buat masyarakat menikmati momen khusus dengan keluarga atau teman. Tapi, di balik itu semua, ada perputaran uang yang luar biasa. Libur ini bukan sekadar waktu rehat, tapi juga peluang bisnis yang tidak boleh dilewatkan.
1. Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta
Selama periode libur Imlek 2026, Bandara Soekarno-Hatta diprediksi bakal disesaki sekitar 1.744.820 penumpang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Mayoritas penumpang memilih rute ke kota-kota besar di luar Jabodetabek.
2. Naiknya Permintaan Tiket Kereta Api
Di Pulau Jawa, sekitar satu juta penumpang diprediksi menggunakan kereta api selama libur Imlek. Kereta cepat Whoosh juga mencatat lonjakan sebesar 25 persen, atau sekitar 25.000 penumpang per hari. Ini menunjukkan bahwa moda transportasi cepat mulai digemari masyarakat untuk perjalanan jarak menengah.
3. Arus Kendaraan di Tol Capai 1,6 Juta Unit
Data dari Jasa Marga menyebutkan bahwa sebanyak 1,6 juta kendaraan melintas di sejumlah ruas tol selama libur Imlek. Sekitar 831 ribu di antaranya berangkat dari wilayah Jabodetabek. Jika dihitung rata-rata kapasitas penumpang per kendaraan, maka total pergerakan manusia bisa mencapai 6,4 juta orang.
Sektor yang Mendapat Sentilan Positif
Libur Imlek dua hari ini memberi dampak langsung ke berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya transportasi, tapi juga pariwisata, kuliner, hingga ritel. Semua elemen ini saling terhubung dan saling mendukung.
1. Pariwisata dan Wisata Kuliner
Destinasi wisata di seluruh Indonesia diprediksi bakal kedatangan ribuan pengunjung tambahan. Tempat-tempat seperti Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, hingga kawasan kuliner di Malioboro atau Kota Tua Jakarta akan ramai dikunjungi.
Permintaan terhadap paket wisata lokal dan domestik naik hingga 30 persen. Ini juga mendorong peningkatan transaksi di sektor logistik dan travel.
2. Ritel dan Perdagangan
Toko-toko yang menjual barang kebutuhan Imlek, seperti buah anggur, kue-kue khas, hingga dekorasi rumah, mencatat lonjakan penjualan. Ritel modern dan pasar tradisional sama-sama merasakan manfaat dari libur panjang ini.
3. Kuliner dan Restoran
Restoran dan rumah makan yang menyajikan menu khas Imlek mengalami lonjakan pengunjung. Menu seperti fish roll, spring roll, hingga sup dumpling jadi favorit. Banyak restoran bahkan harus menambah jam operasional karena permintaan yang tinggi.
Perputaran Uang Tembus Rp9 Triliun
Dari seluruh aktivitas yang terjadi selama libur Imlek, Wakil Ketua Umum KADIN memperkirakan total perputaran uang bisa mencapai lebih dari Rp9 triliun. Angka ini dihitung dari berbagai komponen, seperti:
- Belanja keluarga
- Pembelian tiket transportasi
- Pengeluaran untuk wisata dan kuliner
- Transaksi ritel dan oleh-oleh khas Imlek
Tabel berikut menunjukkan rincian estimasi pengeluaran masyarakat selama libur Imlek 2026:
| Komponen Pengeluaran | Estimasi Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Transportasi | 2,5 triliun |
| Wisata dan akomodasi | 1,8 triliun |
| Kuliner | 1,5 triliun |
| Ritel dan belanja | 2,2 triliun |
| Lain-lain | 1 triliun |
| Total | Rp9 triliun |
Libur Imlek: Momentum Bangkitnya Sektor UMKM
Libur Imlek juga jadi ajang emas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Banyak dari mereka yang memanfaatkan momen ini untuk menjual produk khas Imlek, seperti kue nastar, pineapple tart, hingga hiasan angpao.
1. Kue Kering Jadi Andalan
Kue kering seperti nastar dan kastengel jadi primadona saat Imlek. Banyak UMKM yang memproduksi dalam jumlah besar dan menjualnya lewat media sosial atau pasar lokal.
2. Dekorasi dan Perlengkapan Imlek
Dekorasi rumah seperti lampion, couplet, hingga bunga peach jadi incaran banyak keluarga. UMKM yang bergerak di bidang ini mencatat peningkatan penjualan hingga 50 persen dibanding bulan biasa.
3. Produk Digital dan E-commerce
Platform e-commerce juga mencatat lonjakan transaksi selama libur Imlek. Banyak konsumen yang membeli hadiah atau kebutuhan Imlek secara online karena lebih praktis dan aman.
Kesimpulan
Libur Imlek dua hari tahun ini bukan cuma soal waktu rehat, tapi juga peluang besar buat dorong roda perekonomian nasional. Dari transportasi hingga ritel, semua sektor mendapat sentilan positif. Dengan perputaran uang yang bisa tembus Rp9 triliun, libur Imlek 2026 jadi bukti bahwa momen keagamaan dan budaya bisa jadi pendorong ekonomi yang kuat.
Disclaimer: Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi di lapangan.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












