Beredarnya informasi undian berhadiah yang mengatasnamakan BNI dalam rangka HUT RI ke-81 sempat menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat. Program yang berjudul “Undian Berhadiah Rejeki wondr BNI” itu beredar luas di media sosial dan menjanjikan hadiah menarik bagi pemenangnya. Sayangnya, ini bukan kampanye nyata dari bank BUMN tersebut.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan tegas membantah keberadaan program semacam itu. Melalui pernyataan resmi, BNI menyebut bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Jangan sampai terjebak, ya. Modus semacam ini memang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk mengumpulkan data pribadi atau bahkan menipu korban secara finansial.
BNI Tegaskan Undian Rejeki Wondr HUT RI ke-81 Adalah Hoaks
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa tidak ada program “Rejeki wondr BNI” yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia. Informasi yang beredar di media sosial adalah bentuk penipuan yang memanfaatkan nama baik BNI.
BNI juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten yang belum diverifikasi. Terutama jika konten tersebut memuat instruksi untuk mengakses tautan tertentu, melakukan pembayaran, atau memberikan data pribadi.
Modus Operandi Penipuan Berkedok Undian BNI
Penipuan digital terus berevolusi. Salah satu cara yang kerap digunakan adalah dengan menyamar sebagai program resmi dari institusi terpercaya, seperti bank BUMN. Undian palsu yang mengatasnamakan BNI ini biasanya menjanjikan hadiah besar, seperti uang tunai atau barang elektronik mahal.
Pelaku kemudian meminta korban untuk mengisi data pribadi, nomor rekening, bahkan meminta pembayaran sejumlah uang sebagai “biaya administrasi” atau “pajak hadiah”. Padahal, ini semua adalah trik untuk menguras isi rekening korban.
1. Penyebaran Informasi Palsu di Media Sosial
Modus awal biasanya berupa unggahan atau iklan yang terlihat sangat meyakinkan. Gambar dan tulisan dibuat seolah-olah merupakan program resmi BNI. Informasi ini kemudian disebar luas melalui berbagai platform media sosial.
2. Pengalihan ke Tautan Berbahaya
Korban yang tertarik dengan hadiah yang ditawarkan akan diarahkan ke tautan eksternal. Tautan ini biasanya menyerupai situs resmi BNI, tapi sebenarnya palsu. Di situs ini, korban diminta memasukkan data pribadi dan informasi perbankan.
3. Permintaan Pembayaran Biaya Fiktif
Setelah data dikumpulkan, pelaku bisa langsung menggunakan informasi tersebut untuk melakukan transaksi ilegal. Atau, mereka akan mengirimkan pesan bahwa korban memenangkan hadiah, tapi harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu untuk “pajak” atau “biaya administrasi”.
4. Pengumpulan Data untuk Kejahatan Lainnya
Data yang berhasil dikumpulkan bisa digunakan untuk berbagai kejahatan lain, seperti pembobolan rekening, penipuan berantai, atau bahkan pencurian identitas. Maka dari itu, sangat penting untuk tidak sembarangan memberikan informasi pribadi.
3 Cara Mengecek Keabsahan Program BNI
Mengingat maraknya penipuan berkedok program resmi BNI, masyarakat perlu lebih waspada. Salah satu langkah penting adalah memverifikasi keabsahan informasi sebelum mengambil tindakan apa pun.
1. Cek Situs Resmi BNI
Pastikan informasi yang diterima berasal dari situs resmi BNI, yaitu www.bni.co.id. Semua program promosi, pengumuman, dan undian resmi akan diumumkan melalui situs ini. Jika tidak ada di sana, besar kemungkinan itu adalah hoaks.
2. Verifikasi Melalui Media Sosial Resmi
BNI memiliki akun resmi di berbagai platform media sosial. Jika ada informasi undian atau program menarik, biasanya akan diumumkan juga di sana. Cek apakah akun tersebut terverifikasi dan aktif.
3. Hubungi Call Center BNI
Jika masih ragu, jangan sungkan untuk menghubungi call center BNI di 1500046. Petugas siap membantu memverifikasi apakah program tersebut benar-benar ada atau tidak.
Perbandingan Informasi Resmi vs Informasi Palsu
| Aspek | Informasi Resmi BNI | Informasi Palsu |
|---|---|---|
| Sumber | www.bni.co.id atau media sosial resmi | Media sosial tidak resmi, tautan mencurigakan |
| Permintaan Data | Tidak pernah meminta PIN, OTP, atau CVV | Meminta data sensitif seperti PIN, OTP |
| Biaya | Tidak ada biaya pemenang | Meminta pembayaran biaya administrasi |
| Pengumuman | Disampaikan langsung oleh BNI | Disampaikan pihak tidak dikenal |
| Hadiah | Hadiah sesuai program yang berlaku | Hadiah terlalu besar atau tidak masuk akal |
Tips Aman dari Penipuan Digital
Tidak hanya untuk undian palsu, tips ini juga bisa diterapkan untuk menghindari berbagai bentuk penipuan digital lainnya. Keamanan data pribadi dan finansial adalah tanggung jawab bersama.
1. Jangan Mudah Percaya Informasi dari Media Sosial
Tidak semua informasi di media sosial adalah benar. Selalu verifikasi melalui sumber resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.
2. Hindari Mengklik Tautan Mencurigakan
Tautan yang dikirim melalui pesan pribadi atau iklan bisa saja mengarah ke situs phishing. Jangan sembarangan mengklik tautan yang tidak dikenal.
3. Jangan Berikan Data Pribadi Secara Sembarangan
Bank mana pun tidak akan pernah meminta PIN, kode OTP, atau CVV melalui pesan atau media sosial. Jika ada yang meminta, abaikan dan laporkan.
4. Gunakan Aplikasi Resmi dan Terpercaya
Pastikan aplikasi yang digunakan untuk bertransaksi adalah aplikasi resmi dari bank atau lembaga keuangan. Hindari mengunduh dari sumber tidak resmi.
5. Aktifkan Notifikasi Transaksi
Dengan mengaktifkan notifikasi transaksi, nasabah bisa langsung mengetahui aktivitas di rekeningnya. Jika ada transaksi mencurigakan, bisa langsung dilaporkan.
Peran BNI dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Sebagai bagian dari komitmennya dalam melindungi nasabah, BNI terus melakukan edukasi terkait literasi keuangan dan keamanan digital. Program-program edukasi ini diselenggarakan baik secara daring maupun luring.
Tujuannya agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan tidak mudah tertipu oleh modus penipuan yang semakin canggih. BNI juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat sistem keamanan digital.
Disclaimer
Informasi yang beredar terkait program “Undian Berhadiah Rejeki wondr BNI” dalam rangka HUT RI ke-81 adalah hoaks. BNI tidak pernah mengeluarkan program semacam itu. Data dan informasi dalam artikel ini bersifat valid pada tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selalu pastikan informasi berasal dari sumber resmi.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












