Harga emas perhiasan di pasaran sempat membuat gebrakan di awal pekan ini. Sabtu, 18 Juli 2026, banyak toko emas mencatat penurunan harga yang cukup signifikan, terutama untuk perhiasan berukuran 24 karat. Pergerakan ini cukup menarik perhatian, mengingat fluktuasi harga emas memang kerap terjadi, tapi kali ini terasa lebih tajam.
Bukan hanya satu atau dua toko saja, tetapi dua platform besar seperti Raja Emas Indonesia dan Lakuemas juga mencatat koreksi harga yang hampir bersamaan. Bagi yang sedang mempertimbangkan untuk membeli emas sebagai investasi atau perhiasan, situasi ini bisa jadi peluang, tergantung bagaimana tren berlanjut ke depannya.
Harga Emas Hari Ini: Penurunan yang Patut Diwaspadai
Emas memang dikenal sebagai aset yang likuid dan relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, bukan berarti harganya selalu naik. Faktanya, harga emas bisa turun cukup dalam dalam waktu singkat, terutama jika sentimen pasar berubah atau ada kebijakan moneter yang memengaruhi nilai tukar.
Investor atau calon pembeli sebaiknya tidak terjebak pada tren jangka pendek saja. Memantau pergerakan harian tetap penting, terutama jika ingin membeli dalam jumlah besar atau menjual emas yang sudah dimiliki.
1. Penurunan Harga Emas di Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia mencatat penurunan harga emas 24 karat dengan kemurnian 99,99% dari Rp2.270.000 menjadi Rp2.235.000 per gram. Penurunan sebesar Rp35.000 ini cukup mencolok, terutama untuk produk dengan kemurnian tinggi.
Sementara itu, emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% justru mengalami kenaikan kecil, dari Rp2.090.000 menjadi Rp2.105.000 per gram. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua produk emas mengalami penurunan serentak.
2. Koreksi Harga di Lakuemas Indonesia
Di sisi lain, Lakuemas juga mencatat penurunan harga emas 24 karat dengan kemurnian 99% dari Rp2.235.000 menjadi Rp2.201.000 per gram. Penurunan ini sekitar Rp34.000, hampir sejalan dengan pergerakan di Raja Emas.
Emas 23 karat di Lakuemas juga turun cukup signifikan, dari Rp1.933.000 menjadi Rp1.903.000 per gram. Artinya, pembeli bisa mendapatkan harga lebih murah untuk jenis emas dengan kadar sedikit lebih rendah.
Perbandingan Harga Emas di Dua Penyedia Utama
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan harga emas perhiasan di Raja Emas dan Lakuemas per 18 Juli 2026 pukul 09.20 WIB:
| Jenis Emas | Raja Emas (Rp/gram) | Lakuemas (Rp/gram) |
|---|---|---|
| 24K (99,99%) | 2.235.000 | 2.201.000 |
| 24K (99,5%) | 2.105.000 | – |
| 24K (99%) | – | 2.201.000 |
| 23K | 1.960.000 | 1.903.000 |
| 5K (termurah) | 417.000 | – |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan masing-masing penyedia.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga Emas
1. Sentimen Pasar Global
Salah satu penyebab utama turunnya harga emas adalah sentimen pasar global yang sedang condong positif. Investor cenderung lebih berani memasukkan dananya ke instrumen berisiko seperti saham, sehingga permintaan terhadap emas sebagai safe haven sedikit menurun.
2. Kebijakan Bank Sentral
Kebijakan suku bunga atau stimulus dari bank sentral juga bisa memengaruhi nilai tukar dan harga emas. Jika suku bunga naik, emas yang tidak memberikan bunga bisa terlihat kurang menarik.
3. Stabilitas Ekonomi Domestik
Di dalam negeri, stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah juga turut menentukan arah harga emas. Semakin stabil kondisi makroekonomi, semakin kecil pula permintaan terhadap aset aman seperti emas.
Tips Membeli Emas saat Harga Turun
1. Jangan Buru-Buru Beli
Meski harga turun terasa menggiurkan, jangan langsung tergiur untuk membeli dalam jumlah besar. Amati dulu apakah ini benar-benar titik terendah atau hanya koreksi sementara.
2. Pilih Penyedia Terpercaya
Pastikan membeli emas dari penyedia yang terpercaya dan memiliki sertifikasi resmi. Ini penting untuk menghindari produk palsu atau kadar yang tidak sesuai.
3. Pahami Jenis Emas yang Dibeli
Tidak semua emas sama. Emas dengan kadar 24K berbeda dengan 23K atau 22K. Semakin tinggi kadar, semakin mahal harganya, tapi juga semakin murni.
Apakah Ini Saat yang Tepat untuk Membeli Emas?
Menjawab pertanyaan ini tidak semudah membalik telapak tangan. Harga emas yang turun bisa jadi peluang, tapi juga bisa jadi awal dari penurunan lebih lanjut. Investor yang sudah memiliki emas bisa mempertimbangkan untuk menahan dulu, sementara yang baru ingin masuk bisa mulai dengan jumlah kecil sebagai eksperimen.
Bagi yang ingin menyimpan emas sebagai tabungan jangka panjang, fluktuasi jangka pendek seharusnya tidak terlalu mengganggu. Emas cenderung naik dalam jangka panjang, meski jalannya tidak selalu lurus ke atas.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja tergantung kondisi pasar. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas dan hanya berlaku pada tanggal 18 Juli 2026 pukul 09.20 WIB. Pembaca disarankan untuk selalu memeriksa harga terkini langsung dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas juga memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai. Keputusan pembelian sebaiknya disesuaikan dengan tujuan finansial dan kemampuan finansial masing-masing individu.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











