Kredit Usaha Rakyat dari BRI masih jadi primadona bagi pelaku UMKM yang butuh suntikan modal dengan bunga bersahabat. Di tahun 2026, plafon Rp 90 juta menjadi salah satu opsi yang banyak dilirik karena dianggap pas untuk ekspansi usaha tanpa bikin arus kas kelimpungan.
Nah, BRI sendiri sudah merilis simulasi angsuran resmi untuk plafon tersebut dengan tenor fleksibel hingga 60 bulan. Angka cicilan bulanannya cukup variatif, jadi pelaku usaha bisa memilih skema yang paling sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing.
Menariknya, program KUR 2026 ini tetap didukung subsidi bunga dari pemerintah sehingga jauh lebih ringan dibanding kredit komersial biasa. Jadi, buat yang selama ini ragu soal beban cicilan, simulasi berikut bisa jadi bahan pertimbangan sebelum mengajukan.
Rincian Resmi Angsuran KUR BRI Plafon Rp 90 Juta
Berdasarkan simulasi yang dipublikasikan BRI, pinjaman Rp 90 juta bisa dicicil dengan enam pilihan tenor. Masing-masing tenor tentu menghasilkan besaran angsuran bulanan yang berbeda.
| Tenor (Bulan) | Angsuran Per Bulan |
|---|---|
| 12 | Rp 7.787.407 |
| 18 | Rp 5.281.649 |
| 24 | Rp 4.029.532 |
| 36 | Rp 2.778.939 |
| 48 | Rp 2.155.162 |
| 60 | Rp 1.782.108 |
Cicilan paling ringan jatuh di tenor 60 bulan, yakni sekitar Rp 1,7 jutaan per bulan. Angka ini tentu menggiurkan, tapi perlu dipahami bahwa semakin panjang tenor, total bunga yang dibayarkan secara keseluruhan juga akan lebih besar.
Memilih Tenor yang Tepat
Banyak yang beranggapan tenor terpanjang otomatis jadi pilihan terbaik karena cicilan bulanannya kecil. Faktanya, keputusan ini sangat bergantung pada proyeksi pendapatan usaha dan kemampuan bayar jangka panjang.
Jadi, pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil dan cukup besar sebaiknya mempertimbangkan tenor 24 atau 36 bulan agar total biaya pinjaman lebih efisien. Sebaliknya, usaha yang masih dalam fase pertumbuhan bisa memanfaatkan tenor 48 hingga 60 bulan supaya cash flow tetap aman.
Suku Bunga KUR 2026 Tetap Kompetitif Berkat Subsidi Pemerintah
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah menetapkan suku bunga KUR sebesar 6 persen efektif per tahun. Angka ini jauh di bawah rata-rata bunga kredit komersial yang bisa menyentuh dua digit, berdasarkan ketentuan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Subsidi bunga inilah yang membuat KUR tetap jadi instrumen pembiayaan paling kompetitif untuk UMKM. BRI menegaskan bahwa suku bunga tersebut berlaku merata untuk seluruh kategori produk KUR yang tersedia.
Kategori KUR yang Tersedia di BRI
Tiga jenis KUR yang bisa diakses melalui BRI meliputi:
- KUR Mikro untuk plafon hingga Rp 100 juta tanpa agunan tambahan
- KUR Kecil untuk plafon di atas Rp 100 juta hingga Rp 500 juta dengan agunan
- KUR TKI khusus pembiayaan penempatan Pekerja Migran Indonesia
Nah, plafon Rp 90 juta masuk dalam kategori KUR Mikro sehingga tidak memerlukan jaminan tambahan di luar usaha yang dibiayai. Ini menjadi keuntungan besar bagi pelaku usaha kecil yang belum memiliki aset besar untuk dijadikan agunan.
Catatan: Simulasi angsuran di atas bersifat ilustratif dan bisa berbeda tergantung hasil analisis kredit oleh pihak BRI. Selalu konfirmasi langsung ke kantor cabang atau unit BRI terdekat sebelum mengambil keputusan.
Peluang mengembangkan usaha dengan modal Rp 90 juta dan cicilan mulai Rp 1,7 jutaan per bulan jelas bukan angka yang mustahil dijangkau. Kuncinya adalah menghitung kebutuhan secara realistis, memilih tenor yang sesuai kapasitas bayar, dan memastikan modal benar-benar dialokasikan untuk hal produktif.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












