Multifinance

UMKM Indonesia Go Global di IIES 2026, Ini Peluang Emas untuk Tembus Pasar Dunia!

Popy Lestary
×

UMKM Indonesia Go Global di IIES 2026, Ini Peluang Emas untuk Tembus Pasar Dunia!

Sebarkan artikel ini
UMKM Indonesia Go Global di IIES 2026, Ini Peluang Emas untuk Tembus Pasar Dunia!

Import dan Export Branding Showcase (IIES) 2026 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, pada 18 hingga 20 Juni 2026. Acara ini menjadi wadah penting bagi pelaku , khususnya UMKM dan produsen lokal, untuk menembus global melalui satu platform internasional. IIES 2026 tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga jembatan nyata yang menghubungkan produk Indonesia dengan buyer mancanegara.

Dengan mengusung tema “Bridging Local Excellence to Global Markets”, IIES 2026 menampilkan berbagai sektor industri strategis. Mulai dari produk , kecantikan dan perawatan diri, tekstil dan kulit, perlengkapan tangga, dekorasi, hingga bahan bangunan. Semua hadir untuk menunjukkan potensi Indonesia yang siap bersaing di kancah global.

Mendorong Daya Saing Produk Lokal di Arena Internasional

IIES 2026 hadir sebagai ajang yang menawarkan lebih dari sekadar pameran. Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha lokal untuk menunjukkan kualitas produk mereka di hadapan buyer internasional. Dengan adanya acara ini, ekspektasi tinggi terhadap peningkatan kapasitas ekspor Indonesia, terutama dari kalangan UMKM yang selama ini masih kesulitan menembus pasar luar negeri.

Menurut Chong Chong Tik, Managing Director PT Indonesia Mass Event Management, IIES 2026 dirancang menyerupai Canton Fair di Cina. Sebuah pameran besar yang diadakan dua kali dalam setahun dan menjadi salah satu ajang perdagangan internasional terbesar di Asia.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 untuk UMKM Mulai dari Rp1 Juta

“Produk-produk yang dibawa ke Indonesia adalah teknologi yang terbarukan. Harapannya agar Indonesia dapat bersaing di pasar global,” ujar Chong.

Merek Lokal Siap Berekspansi Global

Salah satu peserta pameran, Yongki Komaladi, menyambut baik kehadiran IIES 2026. Menurut pemilik brand sepatu terkenal ini, acara ini memberi ruang besar bagi merek lokal untuk naik kelas dan berkompetisi di level internasional.

“Ini jadi kesempatan untuk melihat apa sih perubahan mereka seperti perubahan dalam hal mesin, mental, dan cara produksi, itu yang kita harapkan di acara ini,” ucapnya.

Ia juga menyadari bahwa persaingan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari negara-negara seperti Malaysia, Taiwan, dan Cina. Namun, menurutnya, tantangan itu justru menjadi peluang untuk belajar dan berkembang.

“Saya berharap dengan adanya acara ini, kita bisa sejajar dengan perusahaan yang ada di Malaysia, walaupun ada yang baru belajar tidak masalah. Ini satu kesempatan learning by doing.”

Platform Strategis untuk Pertemuan Bisnis Global

Direktur PT Solindo Chairul Umaiya menilai IIES 2026 sebagai sarana yang sangat strategis. Acara ini menjadi titik temu antara produsen, buyer, distributor, , hingga mitra dagang dari berbagai negara.

Berikut beberapa keuntungan utama yang bisa diraih pelaku usaha melalui IIES 2026:

  1. Akses ke Buyer Internasional
    Acara ini menghadirkan pembeli dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Cina, dan negara Asia Tenggara lainnya.

  2. Showcase Produk Siap Ekspor
    Produk yang ditampilkan bukan hanya untuk pamer, tetapi juga untuk transaksi langsung dan pembukaan kerja sama .

  3. Pembelajaran dan Networking
    Peserta bisa belajar langsung dari praktisi ekspor, serta menjalin relasi dengan pelaku industri dari berbagai negara.

Sektor Industri yang Dipamerkan

IIES 2026 mencakup berbagai sektor industri yang memiliki potensi ekspor tinggi. Berikut adalah sektor-sektor utama yang menjadi fokus dalam pameran ini:

  1. Produk Kesehatan dan Kecantikan
    Termasuk suplemen, herbal, kosmetik alami, dan perawatan kulit.

  2. Tekstil dan Kulit
    Produk fashion lokal seperti pakaian jadi, aksesori, dan sepatu yang siap diekspor.

  3. Perlengkapan Rumah Tangga dan Dekorasi
    Furnitur, alat dapur, hingga dekorasi interior yang berbahan lokal.

  4. Bahan Bangunan dan Konstruksi
    Produk inovatif dalam material bangunan, termasuk yang berbasis teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga:  Tabel KUR BRI 2026: Plafon Pinjaman Rp10 Juta hingga Rp50 Juta, Cicilan Ringan Tenor 60 Bulan

Perbandingan Potensi Pasar Sebelum dan Sesudah IIES 2026

Aspek Sebelum IIES 2026 Setelah IIES 2026
Akses ke Buyer Internasional Terbatas Langsung dan terbuka
Visibilitas Produk Lokal Rendah Tinggi
Jaringan Distribusi Global Terbatas Lebih luas
Pemahaman Pasar Internasional Minim Meningkat
Potensi Ekspor Terhambat regulasi dan akses Terbuka lebar melalui platform

Tips Maksimalkan Keuntungan dari IIES 2026

Bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan hasil maksimal dari keikutsertaan di IIES 2026, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  1. Siapkan Produk dengan Standar Ekspor
    Pastikan produk memenuhi regulasi dan kualitas internasional.

  2. Buat Booth Menarik dan Profesional
    Desain booth yang mencerminkan citra merek dan mudah dikenali oleh buyer.

  3. Latih Tim untuk Presentasi Produk
    Persiapkan tim yang mampu menjelaskan produk dalam bahasa Inggris dan memahami pasar target.

  4. Gunakan Media Sosial untuk Promosi
    Manfaatkan platform digital untuk mempromosikan keikutsertaan di IIES sebelum dan selama acara berlangsung.

Dukungan Pemerintah dan Asosiasi

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan berbagai lembaga penjamin ekspor seperti LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) turut memberikan dukungan penuh terhadap IIES 2026. Dukungan ini mencakup akses pembiayaan, pelatihan ekspor, hingga fasilitasi pertemuan dengan buyer mancanegara.

Masa Depan Ekspor Indonesia

IIES 2026 bukan hanya ajang pameran biasa. Ini adalah langkah nyata Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Dengan menghadirkan produk berkualitas, pelaku usaha lokal punya kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level internasional.

Acara ini juga menjadi momentum penting bagi transformasi dari negara berkembang menjadi negara yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan regulasi, kebijakan, dan kondisi pasar global. Peserta dan pembaca disarankan untuk selalu memverifikasi informasi terbaru melalui sumber resmi penyelenggara acara.

Baca Juga:  KUR BCA 2026, Plafon Pinjaman Rp500 Juta, Simulasi Cicilan dan Syaratnya!
Popy Lestary
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.