Multifinance

Harga BBM Terbaru Setelah Pertamax Melonjak! Apakah Pertalite Ikut Naik? Simak Perubahan Harga di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo!

Ryando Putra Jameni
×

Harga BBM Terbaru Setelah Pertamax Melonjak! Apakah Pertalite Ikut Naik? Simak Perubahan Harga di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo!

Sebarkan artikel ini
Harga BBM Terbaru Setelah Pertamax Melonjak! Apakah Pertalite Ikut Naik? Simak Perubahan Harga di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo!

Harga BBM Pertamax dan Pertamax Green resmi naik pada Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan ini cukup signifikan, mencatatkan lonjakan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green juga ikut naik, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Langsung ramai pertanyaan, apakah Pertalite juga akan mengikuti tren kenaikan ini?

Patra Niaga selaku operator SPBU resmi menyatakan bahwa seperti Pertalite belum mengalami penyesuaian harga. Artinya, harga Pertalite masih tetap stabil di angka Rp7.650 per liter. Namun, sektor swasta dan brand BBM lain mulai menyesuaikan harga produk mereka. Bagaimana situasi di lapangan? Simak update harga BBM dari beberapa brand ternama di bawah ini.

Update Harga BBM di SPBU Resmi dan Swasta

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green oleh Pertamina Patra Niaga memicu respons dari operator SPBU swasta. Mereka mulai menyesuaikan harga BBM mereka, terutama jenis non-subsidi. Meskipun demikian, BBM subsidi seperti Pertalite masih dijaga agar tidak mengalami kenaikan.

Berikut adalah rincian harga BBM dari beberapa brand ternama di per 10 Juni 2026:

Baca Juga:  Elnusa Jadi Penyelamat Penyaluran BBM Pertamina yang Lancar!

1. Harga BBM Pertamina

Jenis BBM Harga (Rp/liter)
Pertalite 7.650
Pertamax 16.250
Pertamax Green 17.000
Pertamax Turbo 17.500
Pertamina Dex 18.000
Dexlite 17.250

2. Harga BBM Shell

Jenis BBM Harga (Rp/liter)
Super 16.300
Shell V-Power 17.100
Shell V-Power Diesel 17.500

3. Harga BBM BP (British Petroleum)

Jenis BBM Harga (Rp/liter)
92 16.200
BP Ultimate 17.000
BP Diesel 17.300

4. Harga BBM Vivo

Jenis BBM Harga (Rp/liter)
Vivo88 16.250
Vivo92 16.500
Diesel 17.200

Faktor-Faktor yang Memicu Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM non-subsidi bukan datang begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong penyesuaian harga ini.

1. Aturan Pemerintah soal Formula Harga BBM

Pemerintah melalui telah menetapkan formula harga dinamis untuk BBM non-subsidi. Formula ini mengacu pada dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika harga minyak mentah naik atau rupiah melemah, maka harga eceran BBM juga akan mengikuti.

2. Kebijakan Penyesuaian Harga Secara Berkala

Pertamina dan operator SPBU lainnya melakukan evaluasi harga secara berkala. Penyesuaian dilakukan agar harga jual eceran tetap mencerminkan biaya produksi dan distribusi yang realistis. Ini juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah harga global.

3. Permintaan Pasar dan Persaingan

Permintaan konsumen terhadap BBM non-subsidi cenderung stabil, terutama dari kalangan kendaraan mewah dan komersial. Operator SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga menyesuaikan harga untuk tetap kompetitif, namun tetap mempertimbangkan margin keuntungan.

Tips Menghadapi Kenaikan Harga BBM

Menghadapi lonjakan harga BBM, konsumen perlu strategi agar pengeluaran bahan bakar tidak membengkak. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

Baca Juga:  Pertamina Siapkan Strategi Jitu Stabilkan Pasokan BBM Nasional!

1. Pilih BBM yang Sesuai dengan Kebutuhan Kendaraan

Tidak semua kendaraan membutuhkan BBM dengan RON tinggi. Gunakan Pertalite untuk kendaraan harian yang tidak membutuhkan performa tinggi. Untuk motor dan mobil generasi baru, Pertalite sudah cukup dan hemat biaya.

2. Gunakan Aplikasi Monitoring Konsumsi BBM

Aplikasi seperti My Pertamina dan Trip-o-meter bisa membantu melacak efisiensi bahan bakar. Dengan memantau konsumsi BBM, pengguna bisa mengetahui apakah kendaraannya masih dalam kondisi optimal atau tidak.

3. Hindari Penggunaan BBM Non-Subsidi Secara Berlebihan

BBM seperti Pertamax dan Shell V-Power memang memberikan performa lebih, tapi harganya juga lebih mahal. Gunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan, terutama untuk kendaraan yang memang dirancang untuk BBM berperforma tinggi.

4. Rutin Servis Kendaraan

Kendaraan yang terawat akan lebih irit BBM. Ganti oli tepat waktu, periksa sistem pembakaran, dan pastikan tekanan ban sesuai standar. Ini bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 10-15%.

Perbandingan Efisiensi BBM Subsidi vs Non-Subsidi

Jenis BBM RON Harga (Rp/liter) Efisiensi Rata-Rata (km/liter)
Pertalite 90 7.650 35
Pertamax 92 16.250 37
Pertamax Green 95 17.000 38
Shell Super 92 16.300 36
Shell V-Power 95 17.100 39

Disclaimer

Harga BBM bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah dan fluktuasi harga minyak global. Data di atas merupakan update terkini per 10 Juni 2026 dan dapat berbeda di wilayah tertentu. Pastikan untuk selalu memeriksa harga terbaru di SPBU terdekat sebelum mengisi bahan bakar.

Kesimpulan

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green menjadi pengingat bahwa BBM non-subsidi sangat rentan terhadap perubahan pasar. Untungnya, BBM subsidi seperti Pertalite masih tetap stabil. Konsumen disarankan untuk bijak dalam memilih jenis BBM sesuai kebutuhan kendaraan dan kondisi finansial. Dengan strategi yang tepat, lonjakan harga BBM tidak harus membuat dompet ikut terkuras.

Baca Juga:  Pasokan Energi Aman dan Stabil Selama Ramadan Hingga Menjelang Idulfitri!
Ryando Putra Jameni
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.