Harga emas perhiasan 24 karat kembali meroket pada Sabtu, 13 Juni 2026. Lonjakan ini mencatatkan rekor baru, dengan harga jual eceran mencapai Rp2,34 juta per gram. Bagi para kolektor atau investor emas, angka ini tentu menjadi kabar penting yang perlu diperhatikan secara cermat.
Fluktuasi harga emas memang sudah menjadi hal biasa. Namun, tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa logam mulia ini kembali diminati sebagai instrumen investasi yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga Emas Hari Ini di Beberapa Toko Terkemuka
Investor maupun konsumen umum biasanya mencari informasi harga emas dari berbagai sumber sebelum memutuskan transaksi. Pasalnya, tiap toko bisa menawarkan harga yang berbeda meski hanya selisih puluhan ribu rupiah. Selisih ini, jika dihitung dalam jumlah besar, bisa sangat signifikan.
Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, berikut adalah rangkuman harga emas perhiasan 24K di dua platform populer: Raja Emas dan Lakuemas. Data ini diambil langsung dari situs resmi mereka dan diperbarui sesuai kondisi terkini.
1. Harga Emas Raja Emas
Raja Emas merupakan salah satu brand emas perhiasan yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Harga emas mereka cenderung kompetitif dan sering kali menjadi acuan pasar lokal.
| Jenis Emas | Kadar Kemurnian | Harga Sebelumnya | Harga Hari Ini |
|---|---|---|---|
| 24 Karat | 99,9% | Rp2.285.000 | Rp2.340.000 |
| 24 Karat | 99,5% | Rp2.240.000 | Rp2.290.000 |
| 5 Karat | – | Rp420.000 | Rp425.000 |
Lonjakan harga emas 24K dengan kadar 99,9% mencatatkan kenaikan sebesar Rp55.000 per gram. Angka ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan volatilitas harian yang biasanya hanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp30.000.
2. Harga Emas di Lakuemas
Lakuemas dikenal sebagai platform digital yang menawarkan transaksi emas dengan sistem yang lebih fleksibel. Cocok bagi generasi milenial yang ingin berinvestasi emas secara online.
| Jenis Emas | Kadar Kemurnian | Harga Hari Ini |
|---|---|---|
| 24 Karat | 99,99% | Rp2.350.000 |
| 24 Karat | 99,9% | Rp2.340.000 |
| 22 Karat | 91,6% | Rp2.150.000 |
Harga tertinggi saat ini dicatatkan oleh emas 24K dengan kadar 99,99%, yang dibanderol Rp2,35 juta per gram. Perbedaan harga antara 99,9% dan 99,99% memang tipis, namun bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi investor yang fokus pada detail kemurnian.
Faktor-Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas bukan datang begitu saja. Ada beberapa faktor makroekonomi dan gejolak pasar global yang turut memengaruhi tren harga logam mulia ini.
1. Ketidakpastian Ekonomi Global
Salah satu penyebab utama lonjakan harga emas adalah situasi geopolitik yang tidak menentu. Konflik regional, isu tarif perdagangan internasional, hingga kebijakan moneter bank sentral dunia bisa memicu permintaan emas meningkat.
Emas dikenal sebagai safe haven asset. Saat investor merasa khawatir, mereka cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap aman, termasuk emas.
2. Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah
Inflasi yang terus naik juga berdampak langsung pada harga emas. Semakin tinggi laju inflasi, nilai mata uang domestik akan semakin melemah. Hal ini membuat harga impor emas otomatis naik.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi pemicu kenaikan harga emas di pasar lokal. Pasalnya, emas diperdagangkan dalam mata uang dolar, sehingga ketika rupiah melemah, harga emas pun ikut naik.
3. Permintaan Domestik yang Tinggi
Di sisi lain, permintaan emas dari dalam negeri juga terus meningkat. Terutama menjelang musim belanja akhir tahun atau momen perayaan keagamaan, banyak orang yang membeli emas sebagai simbol status atau hadiah.
Permintaan ini tak hanya datang dari individu, tetapi juga dari pelaku bisnis ritel yang memperbanyak stok emas jelang liburan panjang.
Tips Investasi Emas yang Bijak
Bagi yang ingin memanfaatkan tren kenaikan harga emas sebagai peluang investasi, ada beberapa langkah yang bisa diambil agar risiko minim dan keuntungan maksimal.
1. Pilih Platform Terpercaya
Pastikan membeli emas dari sumber yang terpercaya. Baik itu toko fisik dengan lisensi resmi maupun platform digital yang sudah terdaftar di OJK. Hindari membeli emas dari pihak abu-abu yang menawarkan harga terlalu murah.
2. Perhatikan Biaya Transaksi
Setiap transaksi pasti ada biayanya. Ada yang membebankan biaya administrasi, biaya penyimpanan, atau spread harga. Hitung baik-baik agar tidak terjebak biaya tersembunyi.
3. Simpan dalam Bentuk Fisik atau Digital?
Emas fisik cocok untuk koleksi atau hadiah. Sedangkan emas digital lebih fleksibel untuk trading jangka pendek. Sesuaikan bentuk emas dengan tujuan investasi.
4. Jangan Panik Saat Harga Turun
Harga emas bisa naik dan turun dalam waktu singkat. Investor jangka panjang tidak perlu panik jika terjadi koreksi harga. Yang penting adalah konsistensi dalam menabung emas secara rutin.
Perbandingan Harga Emas di Beberapa Kota Besar
Tren harga emas juga bisa berbeda di tiap wilayah. Misalnya, harga di Jakarta bisa sedikit lebih tinggi dibandingkan Surabaya atau Makassar karena faktor distribusi dan permintaan lokal.
Namun, untuk emas digital, harga biasanya seragam di seluruh Indonesia karena transaksi dilakukan secara online dan langsung terhubung ke pasar global.
Disclaimer
Data harga yang disajikan bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada fluktuasi pasar. Informasi ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi finansial. Sebaiknya selalu cek langsung ke sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas memiliki risiko seperti instrumen lainnya. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada pertimbangan matang dan kondisi finansial pribadi.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












