Menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026, harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional dan swalayan mulai merangkak naik. Lonjakan harga ini terjadi cukup signifikan, terutama pada bahan-bahan pokok yang sering digunakan dalam persiapan lebaran.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat bahwa kenaikan terjadi di berbagai segmen kebutuhan rumah tangga. Mulai dari bumbu dapur, lauk pauk, hingga kebutuhan dasar sehari-hari mengalami fluktuasi harga yang cukup mencolok menjelang momentum lebaran.
Harga Komoditas Pangan Utama Hari Ini
Kenaikan harga menjelang Idulfitri memang sudah menjadi fenomena tahunan. Permintaan masyarakat yang melonjak membuat pasokan beberapa barang menjadi tidak seimbang. Situasi ini memicu penyesuaian harga oleh pedagang, terutama untuk komoditas yang memiliki daya simpan terbatas.
1. Cabai Rawit dan Cabai Merah Naik Tajam
Cabai rawit mencatatkan kenaikan harga tertinggi hari ini. Dari Rp68.250 per kilogram pekan lalu, kini harganya melonjak menjadi Rp78.350 per kg. Lonjakan ini cukup mencolok dan dirasakan langsung oleh konsumen di pasar tradisional maupun supermarket.
Cabai merah juga tak kalah mengejutkan. Harga sebelumnya yang berada di angka Rp43.800 per kg kini naik menjadi Rp52.600 per kg. Kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem serta kendala distribusi menjelang libur panjang.
2. Bawang Merah dan Bawang Putih Ikut Terdorong Naik
Bawang merah yang biasa stabil di kisaran Rp43.400 per kg kini mencapai Rp52.350 per kg. Lonjakan ini disebabkan oleh kurangnya pasok dari sentra produksi utama akibat gangguan logistik jelang lebaran.
Sementara itu, bawang putih juga mengalami peningkatan harga. Meski tidak sebesar cabai, kenaikan ini tetap terasa bagi ibu rumah tangga yang sedang belanja kebutuhan dapur.
3. Telur Ayam Ras Naik Tipis
Telur ayam ras yang biasanya stabil di angka Rp28.000 per kg kini naik menjadi Rp30.500 per kg. Kenaikan ini tergolong ringan jika dibandingkan dengan komoditas lain, namun tetap memberi dampak pada anggaran keluarga.
4. Daging Ayam Broiler dan Daging Sapi Naik
Daging ayam broiler mengalami penyesuaian harga dari Rp42.000 menjadi Rp45.500 per kg. Sedangkan daging sapi, yang biasanya berkisar Rp115.000 per kg, kini naik menjadi Rp123.000 per kg. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri.
5. Minyak Goreng Curah dan Kemasan Naik
Minyak goreng curah yang biasa dijual Rp14.000 per liter kini naik menjadi Rp15.800 per liter. Untuk varian kemasan premium, harga juga mengalami penyesuaian seiring dengan lonjakan biaya bahan baku dan distribusi.
6. Beras dan Gula Pasir Mengalami Penyesuaian
Beras jenis medium yang biasanya dihargai Rp13.500 per kg kini naik menjadi Rp14.300 per kg. Sementara itu, gula pasir mengalami kenaikan dari Rp15.200 menjadi Rp16.000 per kg.
Faktor-Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Lonjakan harga menjelang lebaran bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang saling berkontribusi terhadap fluktuasi harga ini.
1. Lonjakan Permintaan Menjelang Lebaran
Masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi bahan pangan menjelang hari raya. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap komoditas pokok meningkat secara drastis dalam waktu singkat.
2. Gangguan Distribusi Logistik
Beberapa jalur distribusi mengalami hambatan karena cuaca buruk dan volume lalu lintas yang tinggi menjelang libur lebaran. Ini membuat pasokan ke pasar menjadi tidak lancar.
3. Keterbatasan Produksi Musiman
Produksi beberapa komoditas seperti cabai dan bawang masih tergantung pada musim. Saat ini, banyak daerah produsen belum memasuki masa panen optimal.
4. Inflasi Input Biaya Produksi
Kenaikan harga pupuk, tenaga kerja, dan transportasi ikut memengaruhi harga eceran akhir di pasar. Petani dan pedagang pun terpaksa menyesuaikan harga jual mereka.
Tips Menghemat Anggaran Belanja Menjelang Lebaran
Meskipun harga naik, ada beberapa cara untuk tetap bisa belanja hemat tanpa mengurangi kualitas kebutuhan keluarga.
1. Belanja di Pasar Grosir atau Swalayan Promo
Belanja di tempat grosir atau toko swalayan yang sedang mengadakan promo bisa membantu mengurangi pengeluaran. Biasanya harga di lokasi ini lebih stabil dan terjangkau.
2. Pilih Alternatif Bahan yang Lebih Ekonomis
Alih-alih membeli daging sapi, konsumen bisa mempertimbangkan daging ayam atau ikan sebagai lauk alternatif. Ini bisa membantu menghemat anggaran tanpa mengurangi nilai gizi.
3. Belanja Secara Rutin dan Terjadwal
Dengan belanja rutin setiap minggu, konsumen bisa memperkirakan kebutuhan lebih baik dan menghindari pembelian impulsif saat harga sedang tinggi.
4. Manfaatkan Program Subsidi atau Kartu Sembako
Program pemerintah seperti kartu sembako atau bantuan sosial dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Tabel Perbandingan Harga Pangan Hari Ini
| Komoditas | Harga Sebelumnya (Rp/kg atau Rp/liter) | Harga Sekarang (Rp/kg atau Rp/liter) | Selisih |
|---|---|---|---|
| Cabai Rawit | 68.250 | 78.350 | +10.100 |
| Cabai Merah | 43.800 | 52.600 | +8.800 |
| Bawang Merah | 43.400 | 52.350 | +8.950 |
| Telur Ayam | 28.000 | 30.500 | +2.500 |
| Daging Ayam Broiler | 42.000 | 45.500 | +3.500 |
| Daging Sapi | 115.000 | 123.000 | +8.000 |
| Minyak Goreng Curah | 14.000/liter | 15.800/liter | +1.800 |
| Beras Medium | 13.500 | 14.300 | +800 |
| Gula Pasir | 15.200 | 16.000 | +800 |
Disclaimer
Harga yang tercantum dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar setempat. Data bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per tanggal 16 Maret 2026. Harga di daerah lain bisa berbeda tergantung faktor lokal seperti distribusi dan permintaan.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












