Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra pengemudi ojek online (ojol) tahun 2026 kembali menjadi perhatian. Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mendorong perusahaan transportasi online memberikan insentif ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pekerja ojol yang berkontribusi dalam ekosistem ekonomi digital.
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa komunikasi intens telah dilakukan dengan berbagai pihak aplikator. Tujuannya agar BHR tahun ini bisa disalurkan secara merata dan tepat sasaran. Target penerima BHR ojol 2026 mencapai 850.000 pengemudi, naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya menjangkau sekitar 400.000 orang.
Kriteria Penerima BHR Ojol 2026
Tak semua mitra pengemudi secara otomatis mendapat BHR. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar bisa masuk dalam daftar penerima. Kriteria ini ditetapkan oleh pemerintah bekerja sama dengan perusahaan aplikator ojek online.
1. Status Mitra Aktif
Pertama, calon penerima harus terdaftar sebagai mitra aktif di platform ojek online. Artinya, pengemudi harus memiliki akun aktif dan sering melakukan pelayanan selama periode tertentu sebelum penyaluran BHR.
2. Minimal Jam Kerja Tertentu
Kedua, pengemudi diharuskan menyelesaikan jumlah jam kerja minimum dalam sebulan. Ini untuk memastikan bahwa yang menerima BHR benar-benar aktif berkontribusi, bukan hanya terdaftar saja.
3. Tidak Sedang Dalam Status Blokir atau Sanksi
Ketiga, pengemudi tidak sedang dalam status blokir atau mendapat sanksi dari pihak aplikator. Hal ini mencakup pelanggaran berat seperti perilaku kasar, pembatalan pesanan sembarangan, atau tindakan melanggar kebijakan aplikasi.
4. Memiliki Rating atau Penilaian Positif dari Pengguna
Keempat, pengemudi harus memiliki rating atau penilaian positif dari pengguna. Ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan memenuhi standar yang ditetapkan.
Besaran BHR Ojol 2026
Besaran BHR yang diterima tiap pengemudi bervariasi. Namun, pemerintah menetapkan kisaran nilai antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per orang. Jumlah ini lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, sejalan dengan meningkatnya anggaran yang disiapkan.
Total anggaran BHR ojol 2026 mencapai Rp220 miliar. Angka ini naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang berkisar antara Rp105 miliar hingga Rp110 miliar. Lonjakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja digital.
Tahapan Penyaluran BHR Ojol 2026
Proses penyaluran BHR tidak serta merta langsung diterima pengemudi. Ada beberapa tahapan yang dilalui agar penyaluran berjalan efektif dan transparan.
1. Verifikasi Data oleh Aplikator
Aplikator ojek online bertugas melakukan verifikasi data mitra. Data yang diverifikasi mencakup status aktif, jam kerja, rating pengguna, serta riwayat pelanggaran.
2. Validasi oleh Kemenko Perekonomian
Setelah diverifikasi oleh aplikator, data akan divalidasi oleh Kemenko Perekonomian. Langkah ini untuk memastikan bahwa penerima benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
3. Penyaluran Melalui Dompet Digital
BHR akan disalurkan langsung ke dompet digital mitra pengemudi. Masing-masing aplikator memiliki mekanisme tersendiri, namun umumnya menggunakan sistem internal seperti GoPay, LinkAja, atau Ovo.
4. Pengumuman Resmi oleh Pemerintah
Setelah penyaluran dilakukan, pemerintah akan mengumumkan secara resmi bahwa BHR telah disalurkan. Pengumuman ini biasanya disertai dengan rincian jumlah penerima dan total dana yang disalurkan.
Perbandingan BHR Ojol Tahun-Tahun Sebelumnya
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah perbandingan BHR ojol dari tahun ke tahun:
| Tahun | Jumlah Penerima | Anggaran Total | Besaran per Orang |
|---|---|---|---|
| 2024 | 400.000 | Rp105 – Rp110 miliar | Rp150.000 – Rp200.000 |
| 2025 | 600.000 | Rp160 miliar | Rp150.000 – Rp200.000 |
| 2026 | 850.000 | Rp220 miliar | Rp150.000 – Rp200.000 |
Tips Agar Lolos Kriteria Penerima BHR Ojol 2026
Bagi para pengemudi yang ingin memastikan diri masuk dalam daftar penerima BHR, ada beberapa tips yang bisa diikuti.
1. Tingkatkan Jam Aktif
Semakin tinggi jam aktif dalam sebulan, semakin besar peluang untuk memenuhi kriteria. Usahakan untuk selalu siap melayani pesanan, terutama di jam sibuk.
2. Jaga Kualitas Pelayanan
Rating dari pengguna sangat penting. Selalu berikan pelayanan terbaik, sopan, dan ramah. Hindari pembatalan pesanan sembarangan.
3. Hindari Pelanggaran
Patuhi aturan aplikator. Pelanggaran berat bisa menyebabkan akun diblokir atau dinonaktifkan, sehingga gagal memenuhi syarat BHR.
4. Perbarui Data dan Berkas
Pastikan data diri dan berkas kendaraan selalu diperbarui. Data yang tidak lengkap bisa memengaruhi proses verifikasi.
Disclaimer
Informasi mengenai kriteria dan besaran BHR ojol 2026 dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan aplikator. Artikel ini disusun berdasarkan data dan keterangan resmi yang tersedia hingga Maret 2026. Untuk informasi terbaru, pengemudi disarankan untuk mengikuti pengumuman resmi dari pihak aplikator maupun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Dengan meningkatnya jumlah penerima dan anggaran BHR tahun ini, harapan pemerintah adalah agar para mitra pengemudi bisa merasakan manfaat langsung dari kontribusi mereka selama ini. Bonus ini bukan hanya bentuk apresiasi, tapi juga semangat agar ekosistem ojek online terus berkembang dengan baik.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












