Multifinance

Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita untuk Jaga Stok Ramadan-Lebaran!

Muhammad Rizal Veto
×

Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita untuk Jaga Stok Ramadan-Lebaran!

Sebarkan artikel ini
Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita untuk Jaga Stok Ramadan-Lebaran!

Permintaan di Tanah Air biasanya melonjak menjelang Ramadan dan . Tahun ini, Bulog ambil langkah antisipatif dengan menambah stok Minyakita hingga 100 ribu ton. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan tetap stabil selama periode paling krusial dalam setahun itu.

Kenaikan permintaan ini bukan tanpa sebab. Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti lonjakan aktivitas memasak di -rumah. Masyarakat yang biasanya minim masak pun mulai sibuk menyiapkan menu sahur, , hingga hidangan Lebaran. Dengan menambah stok hingga 100 ribu ton, Bulog berharap tidak ada kelangkaan atau kenaikan mendadak.

Kebutuhan Minyakita Naik Signifikan

Lonjakan kebutuhan goreng selama Ramadan dan Lebaran memang sudah menjadi fenomena tahunan. Namun, kali ini Bulog memperkirakan kenaikan bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Ini bukan angka sembarangan, mengingat aktivitas memasak masyarakat meningkat drastis.

Sebelumnya, Bulog biasa menerima pasokan sekitar 60 ribu ton per bulan. Tapi realisasi di Februari 2026 baru mencapai 45 ribu ton. Artinya, ada kekurangan yang cukup signifikan. Untuk mengatasi ini, Bulog pun menargetkan peningkatan pasokan hingga 90 hingga 100 ribu ton selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Tujuannya jelas: memastikan Minyakita tetap tersedia di tanpa mengalami kelangkaan. Selain itu, harga juga diharapkan tetap terkendali di angka Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.

Baca Juga:  Kapan THR Pensiunan 2026 Cair? Simak Komponen, Besaran, dan Cara Pencairannya!

Penyaluran Minyakita Kini Lebih Terarah

Salah satu perubahan penting dalam distribusi Minyakita adalah penggunaan skema baru berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025. Aturan ini mengatur distribusi minyak goreng rakyat agar lebih terarah dan terkendali.

Sebelumnya, distribusi Minyakita masih melibatkan pihak swasta. Tapi kini, tugas itu diserahkan langsung kepada tiga BUMN: Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma. Skema ini diharapkan bisa meminimalkan penyimpangan distribusi dan mempercepat penyaluran ke pasar.

1. Penugasan DMO 35 Persen

Sesuai Permendag, 35 persen dari total produksi minyak goreng nasional ditugaskan sebagai Domestic Market Obligation (DMO). Porsi ini wajib disalurkan ke pasar dalam negeri dengan harga terjangkau. Tiga BUMN inilah yang kini bertanggung jawab menyalurkan porsi tersebut.

2. Distribusi Langsung ke Pengecer

Dengan skema baru ini, distribusi tidak lagi melalui distributor tradisional. Langkahnya lebih langsung: dari BUMN ke pengecer. Ini diharapkan bisa mempercepat penyaluran dan mengurangi celah penyimpangan harga.

3. Fokus ke Pasar SP2KP

Penyaluran Minyakita difokuskan ke pasar-pasar SP2KP (Satuan Pengelola Pasar dan Pedagang Kaki Lima). Di pasar-pasar ini, harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan Rp15.700 per liter. Sementara harga tebus dari gudang Bulog adalah Rp14.500 per liter.

Selisih harga sebesar Rp1.200 per liter dimaksudkan agar pengecer tetap mendapat margin wajar. Dengan begitu, diharapkan tidak ada praktik jual beli di bawah harga eceran tertentu atau overpricing.

Harga Minyakita Stabil di Pasar

Salah satu tujuan utama dari penambahan stok dan perubahan skema distribusi adalah menjaga stabilitas harga. Masyarakat kini bisa membeli Minyakita dengan harga tetap di berbagai pasar tradisional.

Bulog memastikan bahwa selama Ramadan hingga Lebaran, harga Minyakita di tingkat konsumen tetap di kisaran Rp15.700 per liter. Harga ini sudah disesuaikan dengan HET yang ditetapkan .

Baca Juga:  Inovasi Pertamina Patra Niaga Wujudkan Pelayanan Prima SPBU di Bulan Ramadan!

Tidak hanya itu, penyaluran juga dilakukan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia. Termasuk ke daerah-daerah yang biasanya rawan kelangkaan. Dengan begitu, ketersediaan minyak goreng rakyat bisa terjaga di mana pun.

Strategi Jangka Panjang Bulog

Langkah penambahan stok 100 ribu ton bukan hanya respons jangka pendek. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Bulog dalam memastikan ketahanan nasional, khususnya untuk komoditas minyak goreng.

Bulog juga terus berkoordinasi dengan produsen minyak goreng untuk mempercepat pasokan selama Ramadan. Salah satunya dengan menginstruksikan Direktur Bulog untuk segera menghubungi produsen agar DMO-nya bisa ditingkatkan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Bulog tidak hanya bertindak reaktif, tapi proaktif dalam menghadapi lonjakan kebutuhan selama periode krusial seperti Ramadan dan Lebaran.

Tantangan di Lapangan

Meski strategi sudah disiapkan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan kapasitas logistik. Bulog harus memastikan bahwa distribusi bisa dilakukan tepat waktu ke seluruh pelosok daerah.

Selain itu, koordinasi dengan produsen juga harus terus diperkuat. Pasalnya, realisasi pasokan di Februari 2026 baru mencapai 45 ribu ton dari target 60 ribu ton. Ini menunjukkan bahwa ada celah yang perlu diperbaiki.

Namun, dengan peningkatan stok hingga 100 ribu ton dan skema distribusi yang lebih terarah, Bulog optimistis bisa menjawab tantangan tersebut.

Kesimpulan

Penambahan stok Minyakita hingga 100 ribu ton oleh Bulog adalah langkah antisipatif yang penting menjelang Ramadan dan Lebaran. Langkah ini tidak hanya menjaga ketersediaan, tapi juga memastikan harga tetap terjangkau.

Dengan skema distribusi baru berbasis BUMN, diharapkan tidak ada lagi kelangkaan atau lonjakan harga mendadak. Masyarakat pun bisa lebih tenang dalam menyambut bulan suci dan momen Lebaran tahun ini.

Baca Juga:  Cara Mengatur THR agar Tahan Lama dan Tidak Terbuang Percuma Setelah Idul Fitri!

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan dinamika pasar.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.