Menjelang Lebaran 2026, PT Pertamina (Persero) kembali memastikan ketersediaan stok BBM dan energi lainnya tetap aman, meski arus mudik dan balik diperkirakan akan melonjak tajam. Perusahaan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memastikan distribusi energi tetap stabil selama mobilitas masyarakat meningkat, terutama di masa Ramadhan dan Idul Fitri.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar kendaraan, baik untuk kebutuhan mudik maupun aktivitas sehari-hari. Seluruh unit bisnis Pertamina Group pun disiagakan selama 24 jam penuh guna memastikan pasokan tetap mengalir tanpa hambatan.
Persiapan Pertamina Menjelang Lebaran 2026
Menjelang momen Idul Fitri, Pertamina memperkirakan akan ada dua gelombang arus mudik dan balik yang cukup padat. Untuk itu, perusahaan telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan stok hingga penyesuaian distribusi.
1. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas)
Pertamina membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan energi. Satgas ini bertugas memantau dan mengelola distribusi BBM, LPG, dan Avtur di seluruh wilayah Indonesia.
2. Peningkatan Stok BBM dan LPG
Perusahaan telah melakukan build-up stock atau peningkatan stok secara signifikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa puncak mudik dan balik.
3. Pemantauan Arus Lalu Lintas Energi
Selain itu, Pertamina juga memantau pola perjalanan masyarakat untuk menyesuaikan distribusi energi ke daerah-daerah yang mengalami lonjakan permintaan.
Prediksi Waktu Puncak Arus Mudik dan Balik
Pertamina memperkirakan arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama berlangsung pada 14–15 Maret 2026, dan gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diproyeksikan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan kembali naik pada 28–29 Maret 2026.
| Tanggal | Kondisi Arus |
|---|---|
| 14–15 Maret 2026 | Gelombang pertama arus mudik |
| 18–19 Maret 2026 | Gelombang kedua arus mudik |
| 24–25 Maret 2026 | Gelombang pertama arus balik |
| 28–29 Maret 2026 | Gelombang kedua arus balik |
Prediksi ini menjadi dasar bagi Pertamina dalam menyesuaikan distribusi energi, terutama BBM dan LPG, ke daerah-daerah yang menjadi tujuan utama mudik seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Perubahan Pola Konsumsi BBM
Menjelang Lebaran, pola konsumsi BBM biasanya mengalami perubahan. Permintaan jenis gasoline atau bensin diperkirakan akan meningkat tajam karena banyak masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
1. Lonjakan Permintaan Gasoline
Gasoline menjadi jenis BBM yang paling banyak dicari selama masa mudik. Pertamina memperkirakan permintaan jenis ini akan naik signifikan karena aktivitas perjalanan masyarakat yang tinggi.
2. Penurunan Konsumsi Gasoil
Sebaliknya, konsumsi gasoil atau solar diperkirakan akan menurun. Hal ini terjadi karena sebagian besar kendaraan niaga dan industri cenderung tidak beroperasi selama libur Lebaran.
Strategi Distribusi BBM Selama Lebaran
Untuk memastikan BBM tetap tersedia di seluruh pelosok, Pertamina menerapkan beberapa strategi distribusi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
1. Penyesuaian Rute Distribusi
Rute distribusi BBM akan disesuaikan dengan pola arus mudik dan balik. Titik-titik strategis seperti SPBU di jalur pantura, tol, dan terminal akan menjadi prioritas.
2. Peningkatan Kapasitas SPBU
SPBU yang berada di jalur padat akan ditingkatkan kapasitasnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari antrean panjang dan kelangkaan BBM di lokasi-lokasi strategis.
3. Kesiapan Armada Tangki
Armada tangki BBM disiapkan secara maksimal. Selama masa Satgas, armada ini akan beroperasi 24 jam untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Ketersediaan LPG dan Avtur
Selain BBM, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG dan Avtur tetap stabil. LPG menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Lebaran untuk persiapan makanan, sementara Avtur penting untuk mendukung operasional penerbangan.
1. Stok LPG Dipastikan Aman
Stok LPG disiapkan secara matang untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya. Distribusi LPG juga disesuaikan dengan pola konsumsi masyarakat di wilayah tertentu.
2. Pasokan Avtur untuk Bandara Strategis
Bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Juanda, dan Ngurah Rai akan terus mendapat pasokan Avtur yang cukup. Ini penting untuk menjaga kelancaran penerbangan selama masa mudik dan balik.
Dampak Geopolitik terhadap Pasokan Energi
Beberapa waktu lalu, dua kapal Pertamina sempat tertahan di Selat Hormuz. Meski demikian, perusahaan telah melakukan mitigasi dengan mengalihkan pasokan dari sumber lain, termasuk dari Amerika Serikat.
Langkah ini membuktikan bahwa Pertamina mampu menyesuaikan diri dengan kondisi geopolitik global tanpa mengganggu kebutuhan domestik.
Kesimpulan
Menjelang Lebaran 2026, Pertamina telah melakukan berbagai persiapan matang untuk memastikan ketersediaan energi tetap stabil. Dengan adanya Satgas, peningkatan stok, dan strategi distribusi yang fleksibel, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan BBM atau LPG selama mudik.
Namun demikian, informasi ini bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung kondisi lapangan. Perubahan situasi geopolitik, cuaca ekstrem, atau lonjakan permintaan yang tidak terduga bisa memengaruhi ketersediaan energi secara real time.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












