Multifinance

Saham-Saham Ini Malah Melesat Saat IHSG Terperosok 7,89 Persen dalam Seminggu!

Bintang Fatih Wibawa
×

Saham-Saham Ini Malah Melesat Saat IHSG Terperosok 7,89 Persen dalam Seminggu!

Sebarkan artikel ini
Saham-Saham Ini Malah Melesat Saat IHSG Terperosok 7,89 Persen dalam Seminggu!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan pertama Maret 2026 dengan catatan negatif yang cukup dalam. Tekanan jual terus menerus membuat IHSG terperosok hingga 7,89 persen ke level 7.585,68. Angka itu turun cukup jauh dari posisi minggu sebelumnya yang masih berada di atas 8.200 poin.

Performa pasar saham secara umum memang sedang tidak bersahabat. Kapitalisasi pasar juga ikut menyusut hingga 7,85 persen, menyisakan total kapitalisasi sekitar Rp13.627 triliun. Meski begitu, di tengah situasi yang terlihat suram, tetap ada beberapa saham yang berani melonjak dan mencatatkan diri sebagai top gainers.

Sektor-Sektor yang Paling Terpukul

Koreksi tajam yang terjadi tidak hanya menyasar satu atau dua sektor tertentu. Hampir seluruh sektor mengalami penurunan harga saham. Tekanan paling besar dirasakan oleh sektor consumer cyclicals yang anjlok hingga 14,73 persen. Sektor transportasi dan logistik juga tidak mampu bertahan, terkoreksi 12,05 persen.

Berikut rincian koreksi sektor-sektor saham di selama sepekan:

  • Consumer cyclicals: -14,73%
  • Transportasi dan logistik: -12,05%
  • Basic materials: -11,46%
  • Sektor industri: -11,09%
  • : -9,32%
  • Properti dan real estate: -8,97%
  • Teknologi: -8,27%
  • Consumer non-cyclicals: -6,82%
  • Keuangan: -5,46%
  • Energi: -5,02%
  • : -4,33%

Penurunan yang meluas ini menunjukkan bahwa investor sedang mengambil langkah hati-hati. Sentimen pasar terlihat negatif, dan pun cenderung menurun.

Saham-Saham yang Masih Bertahan di Atas Angin

Meski sebagian besar saham tenggelam, ada beberapa emiten yang justru mampu menunjukkan performa positif. Saham-saham ini berhasil mencatatkan kenaikan harga yang signifikan, sehingga masuk dalam daftar top gainers pekan ini. Kenaikan harga ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari rilis kinerja yang baik hingga sentimen pasar yang spesifik terhadap emiten tertentu.

1. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

Saham IFSH menjadi yang paling mencolok di antara top gainers. Dalam sepekan, harga sahamnya melonjak hingga 81,56 persen. Dari level Rp1.790, saham ini melonjak ke posisi Rp3.250 per saham. Lonjakan ini bisa jadi dipicu oleh harapan pertumbuhan industri kelautan yang mulai menjanjikan.

2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)

ESSA juga mencatatkan kenaikan yang cukup menarik. Sahamnya menguat 19,38 persen, dari Rp645 menjadi Rp770 per saham. Investor mungkin mulai melirik potensi emiten ini di tengah koreksi pasar yang sedang terjadi.

3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG tidak kalah menarik. Saham ini naik sekitar 18,67 persen selama sepekan. Dari level Rp1.450, harga sahamnya mencapai Rp1.720. Kenaikan ini bisa terkait dengan ekspektasi permintaan komoditas batubara yang masih cukup tinggi di pasar global.

4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

BUMI juga berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 17,39 persen. Sahamnya naik dari Rp115 menjadi Rp135. Investor mungkin melihat peluang di sektor pertambangan yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

ADRO menguat 15,79 persen. Sahamnya bergerak dari Rp1.140 menjadi Rp1.320. Kenaikan ini bisa terkait dengan harga batubara yang masih stabil di level tinggi.

6. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

BRPT mencatatkan kenaikan 14,29 persen. Harga sahamnya naik dari Rp350 menjadi Rp400. Saham ini bisa jadi menarik karena eksposurnya di sektor energi dan infrastruktur yang masih memiliki prospek baik.

7. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

AALI naik 13,64 persen selama sepekan. Sahamnya bergerak dari Rp220 menjadi Rp250. Kenaikan ini bisa terkait dengan harga komoditas kelapa yang masih menjanjikan.

8. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

UNVR mencatatkan kenaikan 12,50 persen. Sahamnya naik dari Rp5.200 menjadi Rp5.850. Meski sektor konsumsi sedang tertekan, UNVR tetap mampu menunjukkan performa yang solid.

9. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

GGRM naik 11,76 persen. Sahamnya bergerak dari Rp85.000 menjadi Rp95.000. Saham ini tetap diminati investor karena reputasi kuat dan kinerja yang stabil.

10. (BBCA)

BBCA menguat 10,53 persen. Sahamnya naik dari Rp9.500 menjadi Rp10.500. Meski sektor keuangan juga melemah, BBCA tetap menjadi pilihan investor yang mencari .

Faktor di Balik Kenaikan Saham-Saham Ini

Lonjakan harga pada saham-saham tertentu bisa terjadi karena beberapa alasan. Ada yang terkait dengan rilis kinerja terkini yang melebihi ekspektasi. Ada juga yang dipicu oleh sentimen pasar spesifik terhadap sektor tertentu. Investor pun mulai mencari saham-saham yang dianggap lebih tahan terhadap volatilitas pasar.

Tips Menyikapi Volatilitas Pasar Saham

Di tengah situasi seperti ini, penting untuk tetap tenang dan tidak terjebak emosi. Investor jangka pendek mungkin melihat peluang di saham-saham yang melonjak. Namun, investor jangka panjang tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang.

1. Evaluasi Portofolio Secara Berkala

Jangan biarkan portofolio terlalu terpapar pada sektor yang sedang tertekan. Diversifikasi tetap menjadi kunci untuk mengurangi risiko.

2. Jangan Terpaku pada Hype

Saham yang melonjak bisa menarik perhatian banyak orang. Namun, tidak semua saham yang naik tajam memiliki fundamental yang kuat. Selalu lakukan sebelum membeli.

3. Gunakan Analisis Teknis dan Fundamental

Gabungkan analisis teknis untuk melihat tren harga dan analisis fundamental untuk memahami kinerja perusahaan secara keseluruhan.

4. Jaga Likuiditas

Di masa-masa volatil, menjaga likuiditas sangat penting. Jangan terlalu agresif membeli saham jika kondisi pasar belum stabil.

5. Tetap Disiplin pada Strategi Investasi

Tetap patuhi strategi investasi yang sudah ditentukan. Jangan tergoda untuk mengubah rencana hanya karena jangka pendek.

Disclaimer

Data harga saham dan persentase kenaikan yang disebutkan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investasi di memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.