BCA Syariah baru saja membuka data kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 dan hasilnya cukup menarik untuk dicermati. Dalam acara Media Update bertajuk “Innovate and Resilience” yang digelar di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026, sejumlah angka pertumbuhan dipresentasikan langsung oleh jajaran direksi.
Total aset perseroan naik 15,4 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp19,2 triliun, sementara laba bersih juga tumbuh 15,4 persen YoY dan tembus Rp212 miliar. Nah, angka ini menegaskan bahwa segmen perbankan syariah masih punya ruang ekspansi yang lebar di tengah dinamika industri keuangan nasional.
Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan yang Solid
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyebut pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta penyaluran pembiayaan yang berkualitas. Menurutnya, tren ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Pembiayaan Produktif Jadi Mesin Utama
Secara keseluruhan, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1 persen YoY menjadi Rp13,2 triliun. Fokus penyalurannya diarahkan pada sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun konsumer seperti KPR dan emas.
Jadi, meski ekspansi pembiayaan cukup agresif, kualitas aset tetap terjaga. Rasio NPF gross tercatat di level 1,57 persen, menunjukkan prinsip kehati-hatian yang konsisten diterapkan perseroan.
DPK dan Dana Murah Tumbuh Signifikan
Dari sisi pendanaan, DPK BCA Syariah naik 17,1 persen YoY menjadi Rp15,4 triliun. Yang menarik, dana murah alias CASA justru tumbuh lebih kencang, yakni 25,7 persen YoY hingga mencapai Rp6,3 triliun.
Berikut ringkasan kinerja keuangan utama BCA Syariah tahun buku 2025:
| Indikator | Nilai | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Total Aset | Rp19,2 triliun | +15,4% |
| Laba Bersih | Rp212 miliar | +15,4% |
| Total Pembiayaan | Rp13,2 triliun | +23,1% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp15,4 triliun | +17,1% |
| CASA (Dana Murah) | Rp6,3 triliun | +25,7% |
| NPF Gross | 1,57% | Terjaga rendah |
Digitalisasi Layanan Jadi Strategi Jangka Panjang
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan digital, BCA Syariah terus memperkuat kanal elektroniknya. Sepanjang 2025, perseroan fokus memperkaya fitur pada mobile banking BSya dengan sejumlah tambahan layanan baru.
Fitur Baru Mobile Banking BSya
Beberapa fitur yang diluncurkan sepanjang tahun lalu meliputi:
– Pembiayaan emas dan e-deposito – QRIS dengan metode customer presented mode – Setor tunai cardless – Layanan qurban dan zakat fitrah – Pembayaran internet serta TV – Digital membership
Internet Banking untuk Dunia Usaha
BCA Syariah juga mengembangkan internet banking BIQ yang ditujukan khusus bagi pelaku usaha. Platform ini dilengkapi fitur dashboard keuangan, integrasi KSEI/RDN, BI Fast Transfer, dan transfer batch.
“Kami memanfaatkan digitalisasi untuk semakin dekat dengan nasabah serta mengembangkan fitur yang meningkatkan kenyamanan akses layanan perbankan syariah, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” kata Yuli.
Komitmen pada Pemberdayaan UMKM
Di luar kinerja finansial, BCA Syariah juga konsisten menjalankan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu inisiatif yang menonjol adalah WEpreneur, sebuah program pelatihan intensif yang secara khusus menyasar pelaku UMKM perempuan.
Nah, dengan kombinasi pertumbuhan double digit di hampir semua lini, penguatan ekosistem digital, serta komitmen pada sektor riil melalui UMKM, BCA Syariah menunjukkan bahwa perbankan syariah bukan sekadar alternatif. Momentum ini layak diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin melihat bagaimana prinsip syariah dan inovasi teknologi bisa berjalan beriringan secara nyata.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












