Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif di akhir perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Setelah berada di zona merah pada akhir pekan lalu, IHSG akhirnya berhasil melesat ke level 8.396,082. Penguatan ini terjadi sepanjang sesi perdagangan, menandakan bahwa investor mulai kembali optimis terhadap prospek pasar modal domestik.
Kenaikan IHSG mencatatkan penambahan 124,315 poin atau sekitar 1,50 persen dari posisi pembukaan hari itu. Sebelumnya, indeks dibuka di angka 8.334,543 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 8.397. Meski begitu, tekanan jual sempat terlihat di awal sesi, dengan level terendah mencapai 8.327. Volume perdagangan yang tercatat cukup besar, yakni sebanyak 49,375 miliar saham senilai Rp24,065 triliun. Sementara kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp15.175,492 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 3.037.393 kali.
Dinamika Perdagangan Saham di Penutupan IHSG
Pergerakan IHSG yang positif didukung oleh sebagian besar saham yang ikut naik. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 468 saham mencatatkan kenaikan harga. Sebaliknya, hanya 206 saham yang melemah dan 142 saham lainnya stagnan. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai condong ke arah positif, meskipun belum sepenuhnya pulih dari tekanan jual yang sempat terjadi sebelumnya.
-
Volume Perdagangan yang Tinggi Menandakan Minat Investor Kembali Meningkat
Dengan total volume mencapai hampir 50 miliar saham, terlihat bahwa aktivitas perdagangan cukup tinggi. Ini bisa menjadi indikator bahwa investor mulai kembali memasuki pasar setelah beberapa hari sebelumnya cenderung waspada. -
Kapitalisasi Pasar yang Stabil Memberikan Sinyal Positif
Kapitalisasi pasar yang tetap berada di atas Rp15.000 triliun menunjukkan bahwa nilai perusahaan-perusahaan publik masih terjaga. Ini penting untuk menjaga kepercayaan investor jangka panjang. -
Frekuensi Transaksi yang Tinggi Menunjukkan Likuiditas Pasar yang Baik
Dengan lebih dari 3 juta kali transaksi, likuiditas pasar saham Indonesia terlihat masih sehat. Ini memudahkan investor untuk membeli dan menjual saham tanpa terlalu banyak memengaruhi harga pasar.
Sentimen Global dan Dampaknya terhadap IHSG
Pergerakan IHSG tidak terlepas dari dinamika pasar global. Pada akhir pekan lalu, pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,47 persen, S&P 500 naik 0,69 persen, dan Nasdaq melonjak 0,90 persen. Penguatan ini dipicu oleh pembatalan tarif darurat yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump oleh Mahkamah Agung AS. Langkah ini dinilai berhasil meredam kekhawatiran investor terkait biaya dan inflasi.
Di sisi lain, pasar Asia mengakhiri pekan dengan pelemahan. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,10 persen, Nikkei di Jepang turun 1,12 persen, dan Shanghai Composite juga mengalami penurunan. Di tengah situasi tersebut, IHSG pada Jumat (20/2) sempat melemah tipis 0,03 persen ke level 8.271,77. Namun, net foreign buy sebesar Rp240,5 miliar memberikan dukungan terbatas.
-
Penguatan Pasar AS Memberikan Dukungan Sentimen Positif
Investor lokal mulai melihat peluang di tengah penguatan pasar global, terutama AS. Kondisi ini memberikan dorongan optimisme terhadap kinerja IHSG di awal pekan. -
Koreksi di Pasar Asia Menjadi Peringatan untuk Tetap Waspada
Meski IHSG menguat, pelemahan di sejumlah indeks Asia mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih tinggi. Investor perlu tetap memperhatikan perkembangan global agar tidak terjebak di posisi yang terlalu berisiko. -
Net Foreign Buy yang Terbatas Menunjukkan Minat Asing yang Masih Konservatif
Meskipun ada aliran dana asing masuk, jumlahnya masih tergolong kecil. Ini bisa jadi karena investor asing masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari kebijakan moneter global.
Proyeksi IHSG di Awal Pekan
Menurut Samuel Sekuritas, IHSG diperkirakan akan terus bergerak menguat di awal pekan ini. Proyeksi ini didasari oleh sentimen positif dari pasar global, terutama AS, serta adanya dorongan dari investor lokal yang mulai kembali aktif bertransaksi.
Berikut beberapa faktor yang bisa mendukung penguatan IHSG ke depannya:
-
Kebijakan Moneter yang Stabil
Bank Indonesia dikabarkan akan mempertahankan suku bunga acuan di level yang kompetitif. Ini bisa mendorong investor untuk kembali memasukkan dana ke pasar saham. -
Kinerja Emiten yang Mulai Meningkat
Banyak perusahaan besar akan mengumumkan laporan keuangan kuartal IV sepanjang Maret 2026. Jika hasilnya positif, ini bisa menjadi katalis penguatan lebih lanjut. -
Optimisme Investor terhadap Kebijakan Pemerintah
Program pemulihan ekonomi yang terus berjalan, termasuk insentif investasi dan stimulus sektor riil, memberikan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi akan kembali ke jalur positif.
Data Perdagangan IHSG Hari Ini
Berikut ringkasan data perdagangan IHSG pada Senin, 23 Februari 2026:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 8.396,082 |
| Peningkatan Harian | +124,315 poin (+1,50%) |
| Pembukaan | 8.334,543 |
| Tertinggi | 8.397 |
| Terendah | 8.327 |
| Volume Perdagangan | 49,375 miliar saham |
| Nilai Transaksi | Rp24,065 triliun |
| Kapitalisasi Pasar | Rp15.175,492 triliun |
| Frekuensi Transaksi | 3.037.393 kali |
| Saham Menguat | 468 |
| Saham Melemah | 206 |
| Saham Stagnan | 142 |
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar. Keputusan investasi sebaiknya selalu didasarkan pada analisis mandiri dan pertimbangan risiko yang matang. Pasar modal memiliki risiko yang tinggi, dan kinerja masa lalu tidak selalu menjadi indikator kinerja di masa depan.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












