Multifinance

Negara Mana Saja yang Paling Gencar Investasi di Indonesia Tahun 2026?

Nurkasmini Nikmawati
×

Negara Mana Saja yang Paling Gencar Investasi di Indonesia Tahun 2026?

Sebarkan artikel ini
Negara Mana Saja yang Paling Gencar Investasi di Indonesia Tahun 2026?

Realisasi kuartal pertama 2026 menunjukkan dinamika menarik dalam peta investasi . Porsi Penanaman () sedikit melampaui investasi domestik, mencatat kontribusi sebesar 50,01 persen atau sekitar Rp250 triliun dari total investasi. Angka ini mencerminkan bahwa investor global masih memandang Indonesia sebagai destinasi investasi yang menjanjikan.

Kementerian Investasi/BKPM mencatat aliran modal asing tetap stabil dan menyebar ke berbagai sektor strategis. Tidak hanya itu, distribusi investasi juga terlihat merata di beberapa wilayah, menunjukkan bahwa potensi ekonomi nasional mulai dirasakan di luar Jawa. Dari daftar negara penyumbang investasi terbesar, beberapa di antaranya bahkan menempati posisi puncak selama beberapa kuartal berturut-turut.

Negara-Negara Penanam Modal Asing Terbesar di Awal 2026

Investor asing tetap menjadikan Indonesia sebagai salah satu prioritas investasi di Asia Tenggara. Dari data yang dirilis oleh BKPM, sejumlah negara menempati posisi teratas sebagai investor utama. Mereka tidak hanya menanamkan modal dalam jumlah besar, tetapi juga berkontribusi pada nasional.

1. Singapura

Negara ini kembali memimpin daftar investor asing dengan total investasi mencapai US$4,6 miliar atau setara Rp75,9 triliun. Singapura telah lama menjadi mitra investasi utama Indonesia, tidak hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena kemudahan regulasi dan yang mendukung.

Baca Juga:  Ratusan Pekerja KEK Batang Dikirim ke Tiongkok demi Tingkatkan Daya Saing SDM!

2. Hong Kong

Di posisi kedua, Hong Kong menyumbang investasi sebesar US$2,7 miliar atau sekitar Rp44,55 triliun. Meskipun bukan negara, Hong Kong sebagai pusat keuangan global tetap menjadi saluran penting bagi investor internasional yang tertarik masuk ke pasar Indonesia.

3. China

China menempati urutan ketiga dengan investasi mencapai US$2,2 miliar atau sekitar Rp36,3 triliun. Negara ini terus menunjukkan minat tinggi, terutama dalam sektor manufaktur dan teknologi tinggi.

4. Amerika Serikat

Investor dari Amerika Serikat mencatatkan investasi sebesar US$1,3 miliar atau Rp21,45 triliun. Meskipun tidak berada di posisi teratas, kontribusi mereka tetap signifikan, terutama dalam sektor jasa dan teknologi digital.

5. Jepang

Jepang melengkapi lima besar investor asing dengan total investasi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp16,5 triliun. Negara ini terus fokus pada sektor otomotif dan industri padat teknologi.

Sektor-Sektor Pilihan Investor Asing

Investasi asing tidak hanya datang dalam jumlah besar, tetapi juga terdistribusi ke berbagai sektor strategis. Hal ini menunjukkan bahwa investor melihat potensi jangka panjang, bukan hanya peluang jangka pendek.

1. Industri Logam Dasar dan Barang Logam

Sektor ini menjadi magnet utama investasi asing dengan nilai mencapai US$3,7 miliar atau sekitar 24,5 persen dari total PMA. Fokus pada hilirisasi sumber daya alam menjadikan sektor ini sangat menarik bagi investor.

2. Pertambangan

Investasi di sektor pertambangan mencatat aliran sebesar US$1,1 miliar. Meskipun menghadapi regulasi yang ketat, sektor ini tetap menarik karena potensi sumber daya alam yang besar.

3. Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran

Sektor ini memperoleh investasi sekitar US$900 juta. Minat investor di sektor ini menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Utama di Kawasan Industri Modern!

Distribusi Investasi Berdasarkan Wilayah

Penyebaran investasi tidak hanya terbatas di pulau Jawa. Beberapa wilayah di luar Jawa juga mulai menjadi destinasi menarik bagi investor asing.

1. Jawa Barat

Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing dengan nilai mencapai US$3,1 miliar. Ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadikan wilayah ini sangat menarik.

2. DKI Jakarta

DKI menempati posisi kedua dengan investasi sebesar US$1,9 miliar. Sebagai ibu kota dan pusat bisnis nasional, Jakarta tetap menjadi magnet utama investor.

3. Sulawesi Tengah

Wilayah ini mencatat investasi sebesar US$1,8 miliar. Minat investor di Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa potensi ekonomi di luar Jawa mulai diakui secara global.

4. Maluku Utara dan Kepulauan Riau

Kedua wilayah ini masing-masing menerima investasi sebesar US$1,3 miliar dan US$900 juta. Ini menunjukkan bahwa investor mulai menjelajah ke daerah dengan potensi sumber daya alam tinggi.

Perbandingan Investasi Negara-Negara Penanam Modal Asing

Berikut adalah tabel perbandingan investasi dari lima negara penanam modal terbesar di awal 2026:

Peringkat Negara Jumlah Investasi (USD) Setara (IDR)
1 Singapura US$4,6 miliar Rp75,9 triliun
2 Hong Kong US$2,7 miliar Rp44,55 triliun
3 China US$2,2 miliar Rp36,3 triliun
4 Amerika Serikat US$1,3 miliar Rp21,45 triliun
5 Jepang US$1 miliar Rp16,5 triliun

Catatan: Nilai tukar mengacu pada kurs terhadap per Maret 2026. Data dapat berubah seiring perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter.

Penutup

Investasi asing di awal 2026 menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi menarik di kawasan Asia Tenggara. Dengan berbagai sektor strategis yang terus berkembang dan dukungan pemerintah terhadap iklim investasi, potensi pertumbuhan ekonomi nasional terus terjaga.

Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi global dan kebijakan pemerintah setempat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga dapat mempengaruhi angka yang disajikan.

Baca Juga:  Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Utama di Kawasan Industri Modern!
Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Kampus Kopi Banyuanyar

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.