Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial tahap pertama tahun 2026, tepat pada momen jelang bulan Ramadhan. Penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini ditujukan bagi masyarakat yang telah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan proses penyaluran triwulan pertama tahun 2026 telah mencapai progress di atas 85 persen. Penyaluran masih berlangsung hingga awal Ramadhan 2026 mendatang.
Progress Penyaluran Bansos Triwulan I 2026
Berdasarkan data per 22 Februari 2026, realisasi penyaluran untuk kedua program tersebut adalah sebagai berikut:
- PKH: Telah disalurkan kepada 8.940.958 KPM dengan total nilai lebih dari Rp6 triliun, mencapai 89,4 persen dari target.
- BPNT/Sembako: Telah diterima oleh lebih dari 15 juta KPM dengan total dana Rp9 triliun lebih, atau setara dengan 86,9 persen.
Penyaluran dilakukan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Penerima bantuan adalah masyarakat yang datanya telah terverifikasi dan tervalidasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Besaran Nominal Bantuan
Bansos PKH dan BPNT memiliki skema dan besaran yang berbeda. Tidak ada perubahan nominal bantuan pada tahap penyaluran ini.
Bantuan PKH diberikan berdasarkan komponen keluarga penerima. Besarannya sebagai berikut:
- Ibu hamil/anak bawah 6 tahun: Rp3.000.000 per tahun.
- Anak SD: Rp900.000 per tahun.
- Anak SMP: Rp1.500.000 per tahun.
- Anak SMA: Rp2.000.000 per tahun.
- Disabilitas berat/lanjut usia 70+ tahun: Rp2.400.000 per tahun.
Bantuan BPNT diberikan dengan nilai tetap sebesar Rp600.000 per bulan per KPM, yang dicairkan setiap triwulan. Untuk triwulan pertama 2026, total yang diterima adalah Rp1.800.000 per KPM.
Perlu diperhatikan bahwa informasi mengenai waktu pencairan di lokasi tertentu dapat berbeda. Sumber informasi paling akurat adalah pengumuman resmi dari pemerintah daerah setempat atau kementerian terkait.
Proses penyaluran bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 masih berlanjut. Masyarakat diimbau untuk memastikan data keluarganya di DTSEN sudah sesuai dan mengikuti informasi dari saluran resmi untuk menghindari misinformation.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












